Pemkot Surabaya Fasilitasi 2.700 Stan Gratis Pasar Tumpah

Rudy Hartono - 14 July 2026
Suasana penertiban di Pasar Gembong Tebasan. (sumber: rri)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sekitar 2.700 stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya Perseroda untuk menampung pedagang pasar tumpah dan pedagang kaki lima (PKL) yang ditata. Fasilitas tersebut diberikan tanpa biaya sewa sebagai solusi agar pedagang tetap dapat menjalankan usahanya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan penataan PKL maupun pedagang pasar tumpah selalu diawali dengan sosialisasi oleh camat dan lurah sebelum dilakukan penertiban.

“Penertiban PKL ataupun pasar tumpah, pasti sebelumnya jauh-jauh hari pemangku wilayah, Pak Camat terutama, pasti akan melakukan sosialisasi. Jadi tidak mungkin serta-merta kemudian Satpol PP turun langsung penertiban itu enggak,” ujar Vykka, Senin (13/7/2026)

Menurutnya, pemerintah juga berdialog dengan para pedagang untuk mencari solusi terbaik sebelum penataan dilaksanakan, karena itu pedagang yang terdampak akan difasilitasi menempati stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya. “Setelah ditertibkan, mereka akan ditempatkan atau difasilitasi pemerintah kota untuk menempati stan kosong yang disediakan Pasar Surya, dan ini kami fasilitasi tidak berbayar,” katanya.

Vykka menegaskan tidak ada pungutan untuk memperoleh stan tersebut dan Ia meminta pedagang segera melapor apabila ada pihak yang meminta biaya dengan mengatasnamakan relokasi. “Kalau ada yang sampai berbayar, kami persilakan melapor ke kami atau kepada hotline Pak Wali Kota, pasti akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Berdasarkan data BPSDA, terdapat sekitar 2.200 pedagang pasar tumpah ber-KTP Surabaya dan sekitar 500 pedagang ber-KTP luar Surabaya. Jumlah tersebut dinilai masih dapat ditampung karena tersedia sekitar 2.700 stan kosong di seluruh pasar milik PT Pasar Surya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyiapkan sekitar 570 stan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang dapat dimanfaatkan pedagang pasar tumpah maupun PKL.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya menegaskan akan menindak penyalahgunaan stan pasar, termasuk stan yang diperjualbelikan atau tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh pemegang hak.

“Ada contoh kasus di Pasar Tembok Dukuh. Itu kami tindak tegas. Dia memiliki stan di sana, tetapi tidak berjualan. Sesuai perjanjian memang harus dicabut,” ujar Vykka.

Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda Surabaya, Agus Priyo, mengatakan sebanyak 2.700 stan kosong tersebut tersebar di seluruh pasar yang dikelola perusahaan.

“Itu untuk seluruh pasar di Surabaya. Kami mempunyai sekitar 2.700 stan kosong yang bisa ditempati teman-teman PKL maupun pedagang pasar tumpah,” katanya.

Agus mengakui proses relokasi membutuhkan sosialisasi karena sebagian pedagang ingin tetap berjualan di lokasi yang sudah memiliki pelanggan. Meski demikian, pihaknya terus memberikan pemahaman agar penataan berjalan sesuai aturan.

Ia kembali menegaskan proses mendapatkan stan tidak dipungut biaya. Pedagang hanya dikenai biaya operasional berupa iuran kebersihan dan administrasi setelah menempati stan.

“Satu bulan satu stan hanya Rp50.000, ditambah Rp3.000 untuk administrasi tata usaha. Jadi totalnya Rp53.000 per bulan,” ujarnya. (*/rri/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.