Perayaan Hari Ibu, Lansia Sidoarjo Lenggak-lenggok bak Peragawati
SR, Sidoarjo – Usia hanyalah sekadar angka, ungkapan ini dimaknai betul oleh ibu-ibu lansia di Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Minggu (8/12/2024) pagi, sebanyak 29 ibu-ibu lansia usia 51-60 tahun ikut tampil dalam fashion show menyambut Hari Ibu, 22 Desember 2024, diselenggakan oleh PKK Desa Masangan Wetan. Bahkan ada ibu lansia usia 70 tahun yang ikut berpartisipasi di acara itu.
Bertempat di Pendopo balai desa, peserta fashion show mengenakan anekabusana mulai dari kebaya, baju adat nusantara –Yogyakarta, Surakarta, dan Sulawesi Selatan–, bahkan ada yang mengenakan kostum ala festival.
Disaksikan puluhan pasang mata para pengurus PKK se-Desa Masangan Wetan dan juga dewan juri, setiap lima peserta tampil di ‘cat walk’ dari hamparan karpet hijau di tengah pendopo. Banyak peserta diawal memasuki ‘cat walk’ terlihat canggung bingung menata kaki, ragu melangkah, gugup menyelaraskan kaki dengan sikap tangan saat berjalan.
“Terus terang saya ini dadakan ditunjuk mewakili RT tempat saya. Gak pernah ikut-ikut begini dan baru kemarin malam menyiapkan pakaian, tapi pe-de (percaya diri -Red) saja buat memeriahkan acara,” ungkap Fadhilah, lansia dari RT 4, RW 1 usai tampil dengan busana kebaya tapi mengenakan topi pantai yang lebar lengkap dengan kacamata hitam.

Namun, ada beberapa peserta lansia yang bisa melenggak-lenggok anggun bak peragawati. Kaki melangkah bersilang satu-satu, dengan sebelah tangan berkacak pinggang sedangkan tangan lainnya memegang selendang seraya mengembangkan lengannya, wajah dan sorot mata menatap ke depan, seraya menebar senyum menyapa juri.
Penonton yang terdiri atas pengurus PKK seluruh RT se-Desa Masangan Wetan dan juga kerabat peserta antusias memberi semangat, sesekali ada tawa melihat kegugupan peserta, namun juga ada tepuk tangan manakala ada peserta yang tampil memesona.
Salah satu peserta yang berkostum menonjol bak festival, Yuni, wakil dari RT 33, RW 10. Dia mengenakan kostum bertema budaya nusantara terinspirasi Reog Ponorogo. Ibu usia 51 tahun itu mengenakan kebaya hitam dengan dekor di atas bahu mengkolaborasikan 2 gunungan wayang kulit mengapit bulu merak ala Reog Ponorogo. Di kiri-kanan bahunya terdapat dekor aneka menu masakan khas Jawa Timur seperti rawon, pecel Madiun, kelepon, bubur madura, dan lain-lain.
“Gunungan wayang itu simbol kehidupan, bulu merak itu simbol ketangguhan dan kekuatan, kemudian foto masakan khas Jawa Timur itu simbol kekayaan budaya kuliner nusantara,” papar ketua PKK RT 33 menjelaskan konsep fashion yang ditampilkan oleh wakilnya.
Dikatakan Yuni, persiapan mengisi kegiatan ini sekitar seminggu, namun latihannya hanya satu malam. Beberapa properti didapat secara menyewa tapi untuk bulu merak, kebetulan ia memang punya koleksi pribadi sehingga bisa ikut ditampilkan. “Saya sedikit gugup awalnya karena baru sekali ini ikut fashion show, tapi sesudahnya rileks karena yang nonton ibu-ibu PKK sendiri,” ungkap ibu kelahiran Ponorogo itu.

Lansia Tetap Semangat
Para lansia mengaku antusias mengikuti Fashion Show Lansia yang digelar PKK Desa Masangan Wetan. Ismiatun, usia 70 tahun, merasa gembira bisa tampil mewakili Perumahan Pasegan Asri, RT 21, tempat dia tinggal. Awalnya ia menolak ikut karena syarat lomba 50 tahun ke atas, artinya seharusnya banyak yang lebih muda tampil. Namun setelah didesak ketua RT, akhirnya ia pun setuju ikut.
“Karena dipercaya oleh ketua PKK, ya, saya harus siap melaksanakan tugas tampil fashion show, tapi saya menolak kalau dirias berlebihan, saya nggak mau menor riasnya karena sudah berumur,” seloroh nenek dari 6 cucu dan 2 anak itu.
Ismiatun juga mengatakan senang bisa berpartisipasi untuk RT tempat ia tinggal dan untuk Desa Masangan Wetan. Mengenakan setelah kebaya ungu, Ismiatun berkesempatan untuk menyampaikan renungannya di Hari Ibu dihadapan warga yang ada di Pendopo Desa Masangan Wetan
“Ibu tidak akan menangis saat ia sedang sakit, tapi ibu akan menangis (berjuang keras –Red) demi ingin melihat anaknya bahagia,” kata Ismiatun, “Ibu sehat, Indonesia maju. Sehat adalah pilihan tapi Bahagia adalah tujuan. Selamat Hari Ibu,” imbuh mantan bidan itu.

Sementara itu Ketua PKK Desa Masangan Wetan, Leli Irawati SSos, ikut gembira melihat antusiasme peserta Fashion Show Lansia. Ia mengaku telah menyiapkan acara ini sekira sebulan yang lalu. “Saya ikut bangga dan terharu melihat keceriaan peserta, bahkan mereka ada yang sewa (kostum), mereka tampil serius tidak asal-asalan, salut buat para lansia Desa Masangan Wetan,” puji Leli.
Dijelaskan acara Fashion Showl Lansia itu inisiatif pengurus PKK menyambut Hari Ibu 22 Desember. Acara ini merupakan program kerja yang sudah dijadwalkan setahun lalu. Pilihan waktu pelaksanaan lebih awal dari Hari Ibu, dengan harapan agar pesertanya banyak. “Sebab jika dilaksanakan penghujung tahun biasanya banyak acara keluarga. Dan alhamdulillah peserta banyak seperti dilihat hari ini, bahkan ada peserta lansia usia di atas 60 tahun,” ibu berkacamata itu.
Alasan perayaan Hari Ibu Desa Masangan Wetan fokus pada ibu lansia, Leli mengatakan pengurus PKK sepakat bahwa ibu adalah sosok pahlawan bagi keluarga. “Kami fokus menyasar lansia karena kami ingin sosialisasikan ke masyarakat bahwa ibu lansia jangan dipandang jompo yang dianggap orang yang lemah yang tidak produktif. Kami ingin memberi kegiatan yang bisa memberi semangat dan keceriaan kepada para lansia,”tutur Leli diakhir wawancara. (ton/red)
Tags: desa masanganwetan, fashion show, hari ibu, lansia, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





