Jaga Eksistensi Ludruk, Generasi Muda Arboyo Sowan ke Maestro Cak Kartolo

Rudy Hartono - 1 April 2026
Kelompok Ludruk Arboyo saat berkunjung silaturahmi ke kediaman sang maestro Cak Kartolo di Jalan Kupang Jaya 1 nomor 12 Surabaya, Rabu (1/4/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Ada yang menarik di momen halal bihalal kelompok Ludruk Arboyo. Tak hanya antar anggota, komunitas seni yang berdiri sejak 1996 itu langsung berkunjung ke kediaman sang maestro Cak Kartolo di Jalan Kupang Jaya 1 nomor 12 Surabaya, Rabu (1/4/2026).

Tak sedikit, sejumlah anggota yang didominasi Gen-Z tersebut seketika antusias saat bertatap muka dengan bapak Ludruk tersebut. Salah satunya Dinda (19) anggota Arboyo yang baru pertama kali bertemu dengan Cak Kartolo.

Ia mengaku sangat senang bertemu sang idola. Baginya Cak Kartolo adalah sosok luar biasa yang sangat ingin ia contoh kidungannya. “Senang banget karena dari dulu pengen kesini, yang paling dikagumi bakatnya beliau sama kidungan dan lawakannya itu menurutku masih relevan sama anak sekarang,” ucapnya.

Meski lawakan ludruk cenderung berbahasa Jawa, tapi menurut mahasiswi Universitas Dr Soetomo tersebut masih sangat relevan untuk anak muda. Ia pun pertama tertarik juga karena melihat kidungan Cak Kartolo, dan ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Setelah sowan ini, ia yang bergabung dengan Arboyo sejak 2023 tersebut pun makin semangat untuk menjadi bagian dari ludruk Arboyo. Meneruskan tradisi keluarganya di bidang kesenian.

“Dan mbah saya juga kan dulu ludruk jadi meneruskan tradisi keluarga, dan cuma aku aja yang meneruskan ini,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan Azryel (20). Ia yang lebih aktif di belakang layar tersebut mengaku senang bisa kembali bertemu sang idola. Menurutnya Cak Kartolo adalah panutan yang tak pelit ilmu.

Maestro ludruk Kartolo duduk santai menyambut hangat kehadiran kelompok ludruk Arboyo yang dikoordinir Nonik di Jalan Kupang Jaya 1 nomor 12 Surabaya, Rabu (1/4/2026). (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

Ia pun makin tertarik untuk mengeksplor kesenian khas surabaya itu. “Aku tertarik ludruk soalnya kesenian di indonesia ini sedikit anjlok jadi saya ingin mengembangkan seni dengan sowan ke senior lalu baru kita praktekkan,” jelasnya.

“Kalau di ludruk bagian kru. Harapannya nanti bisa selalu mengenal dan menghargai para sesepuh atau maestro seni,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemimpin Komunitas Ludruk Arboyo, Nonik menjelaskan, kunjungan ini merupakan kegiatan rutin tiap lebaran. Hal ini guna merawat silahturahmi sekaligus menimba ilmu dari sang maestro ludruk.

“Alhamdulillh kita bisa silahturahmi ke abah kartolo, alhamdulillah anak anak kita bisa ketemu lagi setelah sebulan libur, semoga setelah ini kita bisa giatkan lagi latihannya,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan. Hal ini guna menumbuhkan semangat para anggota Arboyo yang didominasi Gen-Z. Untuk tetap melestarikan seni tradisional.

“Karena saking cinta nya kita ke seni tradisional. inginnya kita itu abah awet, makanya saya minta doa ke anak anak biar abah sehat. Mudah mudahan seperti pesan abah kartolo, anak anak tetap mencintai budaya kita ludruk,” pungkasnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.