Semarak Kampung Bendera di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 13 August 2020

SR, Surabaya – Perayaan kemerdekaan Indonesia tinggal menghitung hari. Meskipun perayaan tahun ini berada di tengah pandemi, tak mengurangi antusias masyarakat untuk turut memeriahkan dengan memburu ragam aksesoris kemerdekaan seperti bendera, umbul-umbul, balon, hingga lampion.

Mulyati, salah satu pengrajin bendera di Kampung Bendera, Darmokali, Surabaya, mengatakan, pandemi ini tak mempengaruhi antusiasme masyarakat membeli ragam pernak-pernik kemerdekaan.

“Sebelumnya waktu ingin berjualan saat pandemi agak ragu, tapi ternyata malah laris,” ujar Mulyati, Kamis (13/8/2020).

Selain membuka lapak di Kampung Bendera, Mulyati juga menjual dagangannya secara online.

Dalam sehari, Mulyati bisa memproduksi 50-100 bendera yang dijualnya ke berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Tuban, Lamongan, Mojokerto, Mojosari, Jombang, Nganjuk, Kertosono, bahkan hingga ke Bali dan Papua dengan harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 300.000, tergantung dari ukuran bendera.

Mulyati mengatakan, pemesanan bendera mulai banyak setelah lebaran 2020 hingga awal Agustus.

Selain melayani pembelian eceran, Mulyati juga melayani grosir.

Salah satu pembeli, Ony mengatakan, lebih suka belanja pernak-pernik kemerdekaan untuk kebutuhan kantornya di Kampung Bendera ini.

“Sudah langganan tiap tahun belinya disini, untuk ganti pernak-pernik kemerdekaan yang rusak di cabang-cabang kantor, belinya juga bisa langsung ke pengrajinnya, dan harganya lebih murah,” tandasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.