Jelang Natal, Sejumlah Organisasi Kristen Gelar Pertemuan di Surabaya

Yovie Wicaksono - 5 December 2021

SR, Surabaya – Menjelang Natal dan akhir tahun 2021 sejumlah pimpinan organisasi Kristen menggelar pertemuan di XO Palace Jalan Raya Kupang Indah, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Sabtu (4/12/2021).

Adapun tujuan pertemuan tersebut adalah untuk membahas pelaksanaan natal yang taat prokes dan kewaspadaan terhadap hal-hal yang tidak di inginkan di hari Natal. Hal itu disampaikan oleh Pdt. Helbert Onja M.Pdk, Ketua I PGI S Surabaya, sekaligus koordinator acara.

Pertemuan yang berlangsung tiga jam itu, dihadiri oleh beberapa pimpinan organisasi/lembaga Kristen seperti Pdt. Helbert Ondja (PGI S), Ir. Atmaja Bakti Pandia (MUKI Jatim), Ir. Rien Budi Susilo (MUKI Jatim), Pdt. Rudolf Polimpong (PGPI Pembaharuan Jatim), Pdt. Ricardo Nainggolan (PGPI Surabaya), Romo Timetheus Siga (Gereja Katolik), Arnold Panjaitan (GAMKI Jawa Timur), Santo Vormen (Perhimpunan Pustaka Lewi), Budi Waluyo (Perhimpunan Pustaka Lewi), Aldo (PP PMKRI), Yosta (DPC PMKRI Surabaya), Pdt Ignatius Ngatiyo (PGIS Surabaya), dan beberapa anggota dari masing-masing organisasi.

Forum pertemuan organisasi Kristen itu menyepakati untuk melakukan imbauan agar ibadah Natal mengedepankan protokol kesehatan yang ketat agar pelaksanaannya tidak menjadi cluster baru di berbagai gereja di Surabaya.

“Seperti contoh, masyarakat yang belum vaksin agar menahan diri dan gereja memberi syarat untuk dapat mengikuti ibadah minimal sudah satu kali di vaksin, khusus ibadah Natal ini saja,” katanya.

Ia mengatakan, erkait masalah perayaan Natal yang aman dari gangguan, pada November lalu Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep telah mengundang para pendeta dan beberapa ormas Kristen untuk berkoordinasi.

“Masalah keamanan Natal kami serahkan kepada pihak kepolisian, dan kami berharap kepolisian dapat bertugas dengan baik, dan jika perlu koordinasi beberapa hal terkait, kami siap membantu,” ujarnya.

Selain itu, Pendeta Helbert Onja mengatakan, pertemuan itu diharapkan bisa dilakukan rutin setiap satu kali dalam satu bulan guna membangun konsolidasi dan saling berbagi informasi yang terjadi di lingkungan masing-masing serta dapat melahirkan tindakan-tindakan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Dalam situasi yang kontekstual saat ini, dimana negara kita sedang di munculkan lagi isu-isu SARA, kita berharap pasca ini dapat melakukan kunjungan kasih dan silaturahmi ke lembaga-lembaga lain seperti NU, Muhammadiyah, MUI dan lain-lain, untuk menepis polarisasi konflik yang sedang dibangun sekelompok orang tidak bertanggung jawab melalui media sosial,” ujar Pdt Helbert. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.