Sekumpulan Kera Satroni Rumah Warga, BKSDA Turun Tangan
SR, Kediri – Warga lingkungan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri merasa resah seiring munculnya sekumpulan kera liar yang menyatroni rumah warga kurang lebih 7 hari lalu.
Tidak hanya menampakan diri, kawanan kera ini juga sempat merusak rumah warga dan mencuri buah pisang yang ditanam di pekarangan kebun belakang rumah.
“Ini tadi barusan plafon rumah majikan saya dirusak dibuat mainan ayunan,” ujar Dewi, pekerja rumah tangga di lingkungan tersebut.
Dewi mengatakan, awalnya ia melihat adanya 4 ekor kera dan sekarang bertambah menjadi 5 ekor.
Kekhawatiran yang dialami oleh Dewi juga dirasakan oleh Gani warga setempat. Meski tidak pernah melukai warga, namun dirinya merasa cemas dengan keberadaan kera liar tersebut.
“Kera-kera ini setiap hari muncul. Sekira dua mingguan mereka di sekitar sini. Sempat didatangi petugas Damkar, terus gak muncul dan sekarang ada lagi,” ujarnya.
Gani mengkategorikan jika kera yang muncul berusia dewasa. Kera-kera ini muncul pada siang hari.
Merespon aduan dari masyarakat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penangkapan. Setelah ditunggu hampir satu jam, kawanan kera itu tak kunjung muncul.
Petugas BKSDA kemudian berinisiatif untuk melakukan penangkapan dengan memasang perangkap yang ditempatkan di salah satu rumah warga agar kera mau keluar dari tempat persembunyiannya.
Kasi kepala resort konservasi wilayah 01 Kediri, David Taufikurahman menjelaskan jika satwa liar yang ditemukan oleh warga termasuk jenis monyet ekor panjang yang tidak dilindungi.
“Selanjutnya kami melakukan analisa situasi di lokasi temuan satwa. Apa bener tempat itu merupakan sebaran dari habitat satwa tersebut. Kalau bukan nanti kita tinjau lagi lebih dalam. Karena ada dugaan itu lepas liar dari warga yang terlepas. Strategi coba kita lakukan, kita libatkan dari unsur kepolisian dan kelurahan setempat, Rescue dan Damkar,” jelasnya.
David kembali menjelaskan, jika jumlah kawanan monyet yang pernah muncul di lokasi sekitar 4 sampai 5 ekor. Biasanya pada siang hari mereka berkeliaran mencari makan, setelah itu istirahat.
“Di sekitaran lokasi kan banyak pohon buah buahan mangga, nangka dan pisang . Pisang kan tadi katanya sudah dihabiskan,” jelasnya.
Jika dilihat dari letak demografis lokasi, ada kemungkinan kawanan kera tersebut berasal dari hutan Gunung Klotok. “Ya ini coba kita dalami, ada kemungkinan besar merupakan imigrasi dari tempat sebelahnya,” tuturnya. (rh/red)
Tags: bksda, Kera ekor panjang, Rumah Warga, Sekumpulan Kera
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





