Satu Bibit Satu Saudara, Upaya Atasi Krisis Pangan di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 4 June 2020
Umat Katolik Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi mendapatkan bantuan bibit tanaman sayuran dari ISKA. Foto : (Super Radio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Kondisi pandemi virus corona (Covid-19) yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya, membuat semua lapisan masyarakat di dunia termasuk Indonesia, mencoba mencari solusi yang terbaik. Salah satunya adalah dengan ketahanan pangan, yang juga banyak membantu pemerintah dalam mengatasi krisis pangan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Sama halnya yang dilaksanakan oleh Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kabupaten Banyuwangi, yang bekerjasama dengan Relawan Non Medis Desa Nusantara dan Dewan Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi, yang mencari solusi terkait ketahanan pangan yang dinamakan Gerakan Satu Bibit Satu Saudara.

Gerakan yang dimaksudkan adalah dengan mendonasikan bibit tanaman sayur-sayuran kepada umat Katolik untuk bisa ditanam dan dirawat hingga panen. Sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh keluarga mereka masing-masing dan membantu perekonomian warga selama masa pandemi.

Ketua ISKA Kabupaten Banyuwangi, Heriberthus Wicaksono ketika serah terima secara simbolis bantuan bibit kepada umat Katolik, bertempat di SMAK Hikmah Mandala, Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi, Kamis (4/6/2020) menyampaikan, bantuan 5000 bibit tanaman sayuran ini hasil donasi dari anggota ISKA dan juga umat Katolik.

“Tahap awal ini, bibit yang kami sediakan sejumlah 5000 bibit tanaman sayuran, seperti cabai, terong, tomat dan kangkung. Masing-masing item berjumlah 1000 bibit. Kita bagikan ke umat Katolik, dan per masing-masing Kepala Keluarga bisa mendapatkan  hingga 10 bibit tanaman,” ujar Heriberthus.

Dikatakan oleh Heriberthus, Gerakan Satu Bibit Satu Saudara ini tidak hanya berhenti disini saja, namun  akan berkelanjutan hingga pasca pandemi Covid-19 berakhir. Bahkan kedepan ISKA juga akan memberikan dampingan dan solusi kepada umat Katolik di Kabupaten Banyuwangi, bagaimana memperoleh penghasilan tambahan melalui program Smart Farm dan Urban Farm.

“Kami akan memberikan pendampingan kepada umat Katolik bagaimana memanfaatkan lahan kosong ataupun pekarangan rumah untuk dijadikan pertanian atau peternakan mini. Hal ini sangat bermanfaat sekali, apalagi disaat suasana sulit saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Bidang Pelayanan Dewan Paroki Gereja Katolik Maria Ratu Damai Banyuwangi, Mateus mengucapkan terimakasih kepada ISKA Banyuwangi dan Relawan Non Medis Desa Nusantara yang sudah memberikan bantuan bibit tanaman sayuran kepada umat Katolik.

“Bibit ini sangat bermanfaat bai umat Katolik yang juga terdampak pandemi Covid-19 saat ini. Dimana nantinya bibit tanaman sayuran ini ketika sudah berbuah atau panen bisa dinikmati bersama. Bahkan bisa dibagikan ke tetangga kanan kirinya,” ujar Mateus.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan umat Katolik yang mendapatkan bantuan bibit tanaman, Yos Sumiyatna. Bahkan ia mengharapkan gerak langkah ISKA ini bisa dijadikan contoh bagi organisasi Katolik lainnya, untuk bisa berbagi kepada umat. Apalagi saat ini, dunia bahkan Indonesia yang mengalami Bencana Nasional seperti Covid-19.

“Bantuan tidak harus berupa uang atau sembako, namun bagi kami bibit tanaman ini sudah sangat baik. Bahkan dengan Gerakan Satu Bibit Satu Saudara yang dicanangkan oleh ISKA Banyuwangi ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat, untuk bisa memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah menjadi hal yang bermanfaat,“ ujar Yos Sumiyatna yang juga aktif di FKUB Kabupaten Banyuwangi. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.