Sambut Suro, BKN Jatim Gelar Sarasehan “Tradisi Ditelan Perubahan”

Yovie Wicaksono - 18 August 2020
Prosesi Puji Sesanti dalam sarasehan budaya “Tradisi Ditelan Perubahan”, Rabu malam (18/8/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Menyambut bulan Suro, Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sarasehan budaya “Tradisi Ditelan Perubahan”, Rabu malam (18/8/2020). Hadir dalam sarasehan ini berbagai komunitas lintas budaya di Surabaya dan sekitarnya.

Ketua Panitia Sarasehan Budaya, Endin Didik Handoko mengatakan, total ada 31 komunitas yang hadir dalam sarasehan ini. Sebagai moderator Otto Bambang Wahyudi, dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI).

“Mereka yang mengkonfirmasi kehadiran ada juga pengurus BKN di cabang,” katanya.

Didik menjelaskan, digelarnya sarasehan adalah untuk menjaga berkembangnya ekosistem kebudayaan, kemudian mempertahankan eksistensi individu maupun komunitas budaya di masyarakat yang selama ini aktif dan memiliki tujuan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

Dalam sarasehan budaya ini, BKN ingin memberikan wawasan kepada masyarakat tentang kebudayaan serta menggali gagasan atau pemahaman dari stakeholder dalam upaya pemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Selama ini, kata Didik, sudah banyak contoh nyata yang menggambarkan bahwa tradisi itu telah ditelan perubahan, salah satunya terkait isu penghancuran keris. Padahal keris merupakan produk budaya bangsa Indonesia.

Ketua BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ony Setiawan mengatakan, hasil dari sarasehan ini selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya, untuk dijadikan pijakan dan langkah dalam pemajuan kebudayaan, baik di Jawa Timur maupun nasional.

“Dengan sarasehan ini, pemikiran yang dihasilkan diharapkan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan kebudayaan,” ujarnya.

Ditambahkan, sarasehan ini adalah agar generasi muda bisa lebih mencintai kebudayaannya. Terlebih kebudayaan merupakan pintu masuk pembangunan bangsa.

Sulug Sabdo Palon bait 8 -9 oleh Ki Bayu (Dalang remaja). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Sarasehan budaya diawali menyanyikan Indonesia Raya tiga stansa dan tari Jejer Jaran Dawuk. Kemudian dilanjutkan Sulug Sabdo Palon bait 8 -9 oleh Ki Bayu (Dalang remaja) dan Kidung oleh Cak Lupus yang diiringi gamelan Jawa Timuran.

Setelah sarasehan budaya ini, secara periodik BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan melakukan berbagai kegiatan bertema kebudayaan.

“Contohnya adalah Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro yang kami gelar setelah sarasehan ini, atau 20 Agustus hingga 18 September 2020,” jelas Ony. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.