Punden Ini Dikeramatkan Masyarakat Dusun Biting

Yovie Wicaksono - 29 August 2021
Punden Mbah Tunggul Wulung di Dusun Biting, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Trawas – Selain Petirtaan Candi Jolotundo, ada beberapa tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat di Dusun Biting, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Diantaranya, Punden Mbah Tunggul Wulung dan Punden Keramat Panjang.

Terletak di tengah-tengah makam umum Dusun Biting, di kompleks Punden Mbah Tunggul Wulung terdapat lima nisan yang diselubungi kain putih.

Salah satu masyarakat setempat, Mukadi Sukadana mengatakan, lima nisan tersebut merupakan milik Mbah Tunggul Wulung, Tunggul Naga, Tunggul Sari, Tunggul Nokek, dan Ki Demang Alam yang merupakan pendekar pilihan yang ditugaskan dari Kerajaan Mataram untuk melanjutkan Pemerintahan Kerajaan Mataram dimana terjadi peralihan dari Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram.

Punden ini telah mengalami dua kali pembangunan oleh orang yang mengaku sebagai keturunan dari Mbah Tunggul Wulung.

Sementara itu, Punden Keramat Panjang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai sosok “sing mbaurekso” atau yang berkuasa.

“Beliau adalah seseorang yang memiliki keistimewaan dan tugas untuk menata alam disini. Beliau bukan hanya babat Dusun Biting, tapi juga menata saluran air irigasi sawah untuk kemakmuran masyarakat. Disini juga ada wot lemah yakni jembatan dari tanah yang kuat dilewati kendaraan berat. Jadi Mbah Keramat Panjang ini yang mbaurekso,” ujar Mukadi yang akrab disapa Pak Polo (Kepolo) lantaran sang istri menjabat sebagai kepala desa sejak 2008 lalu.

“Karena tempatnya keramat, orang-orang kampung menamainya Mbah Keramat Panjang karena makamnya juga panjang. Makam panjang ini pun bukan karena jasadnya, pemahaman orang sini itu karena tongkatnya yang dikubur disitu. Dan pada saat itu kan memang belum ada makam, orang dulu itu kan kalau berperilaku baik itu moksa,” sambungnya.

Ia mengatakan, dalam setahun masyarakat setempat menggelar ruwat desa dan ruwat sumber di beberapa tempat yang disakralkan disana agar desa yang ditinggali selamat, penduduknya selamat dan berkecukupan, selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah.

“Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar sumber yang selama ini bisa memakmurkan masyarakat disini secara debit tidak dikurangi dan dilebihi. Tapi dicukupkan. Berharap desa ini selamat, masyarakat juga selamat dari hal buruk atau penyakit yang tidak diketahui dan diketahui,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.