PAC PDI Perjuangan Sukodono Menanam Pohon Sukun Menghidupkan Filosofi Bung Karno
SR, Sidoarjo – Dalam upaya nyata melestarikan lingkungan dan membumikan nilai-nilai kebangsaan, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, menggelar aksi penanaman pohon sukun di Desa Wilayut, Kecamatan Sukodono, Rabu (27/5/2026).
Penanaman pohon sukun ini bukan sekadar aktivitas ekologi biasa. Bagi kader PDI Perjuangan, pohon sukun memiliki ikatan historis dan ideologis yang sangat kuat dengan Sang Proklamator, Bung Karno. Pohon sukun ini menjadi inspirasi lahirnya Pancasila saat Bung Karno dalam perenungannya yang panjang saat berada di pengasingannya di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (1934–1938).
“Kami ingin aksi menanam ini tidak hanya menghijaukan Desa Wilayut, tetapi juga menanamkan kembali pemahaman ideologi yang kuat. Pohon sukun adalah simbol lahirnya Pancasila. Kami berharap gerakan ini membawa kebermanfaatan, keteduhan, dan kemaslahatan bagi masyarakat sekitar,” ujar Tunasih, Ketua PAC PDI Perjuangan Sukodono usai menanam pohon.

Selain ekologis dan historis, penanaman pohon sukun juga bentuk ketaatan organisasi. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo dalam surat No: 079/IN/DPC/V/2026 tertanggal 22 Mei 2026, menginstruksikan segenap PAC agar menanam bibit pohon Sukun yang diterima saat pelantikan PAC di Fave Hotel pada 18 Mei 2026 lalu. “Kami berpikir positif, jika tidak segera ditanam khawatir bibit pohon mati. Lagi pula penanaman pohon itu pas dengan momentum Bulan Bung Karno yang selalu dirayakan setiap bulan Juni,” imbuhnya.
Pohon Pancasila
Pemilihan pohon sukun oleh PDI Perjuangan memiliki akar historis yang sangat mendalam. Bagi kader partai, pohon sukun adalah simbol hidup lahirnya ideologi bangsa. Penanaman pohon ini bertujuan membumikan empat filosofi penting Bung Karno kepada masyarakat:
- Pondasi yang Kuat: Layaknya akar sukun yang menghujam dalam dan berbatang kokoh, bangsa dan kader partai harus memiliki fondasi ideologi yang kuat agar tidak mudah diombang-ambingkan zaman.
- Keteduhan dan Persatuan: Kerindangan daun pohon sukun melambangkan cita-cita Pancasila yang menjadi payung teduh sekaligus pemersatu bagi kemajemukan rakyat.
- Koneksi Kemaslahatan Lingkungan: Selain bernilai historis, pohon sukun juga memberikan manfaat ekologis untuk mengikat air tanah serta menjadi sumber ketahanan pangan lokal melalui buahnya yang kaya karbohidrat
- Merawat Wasiat Proklamator: Ketika kembali ke Ende pada tahun 1950, Bung Karno berpesan agar pohon sukun selalu dirawat, dan jika mati harus segera ditanam kembali. Instruksi partai melalui pemberian bibit saat pelantikan ini adalah cara merawat wasiat tersebut agar nilai Pancasila lestari antar-generasi.
Aksi hijau yang berjalan dengan khidmat dan lancar. Jajaran PAC PDI Perjuangan Sukodono berharap, seiring tumbuhnya ketiga pohon sukun di Desa Wilayut ini, nilai-nilai Pancasila dan semangat pengabdian partai juga akan semakin subur, mengakar kuat, dan menaungi seluruh warga Sukodono.
“Aksi di Desa Wilayut hari ini adalah bukti komitmen kami dalam menjalankan instruksi yang diberikan saat pelantikan PAC se-Kabupaten Sidoarjo. Tiga bibit pohon sukun yang kami terima tidak sekadar ditanam, tapi akan kami rawat agar tumbuh subur dan memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat sekitar,” pungkas Tunasih didamping sekretaris, bendahara dan wakil ketua bidang PAC. (ton/red)
Tags: Bung Karno, pac pdip, pancasila, sukodono, tanam pohon sukun
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





