Proses Persiapan Pilkades Nganjuk Semakin Matang

Yovie Wicaksono - 16 November 2019
Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Surabaya – Proses persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap ketiga di 19 desa dalam wilayah 12 kecamatan di Kabupaten Nganjuk yang digelar 26 November mendatang, sudah semakin matang.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan proses persiapan yang telah dilakukan diantaranya adalah tahap perencanaan awal, penyusunan panitia, sosialisasi tentang Pilkades, kemudian proses pendaftaran hingga proses pengundian nomor urut.

“Tahapan berikutnya adalah mereka sudah mulai sosialisasi kepada masyarakat, sehingga nanti masyarakat tau betul mana calon-calon terbaik untuk desanya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini, di Surabaya, Jumat (15/11/2019).

Ia mengatakan, terdapat satu desa yang berpotensi terjadi konflik, yakni di Desa Pacewetan, dimana dari ketiga calon ada satu diantaranya gugur karena tidak memenuhi syarat, karena pernah menjalani hukuman pidana.

Marhaen mengatakan, pihaknya telah memetakan potensi terjadinya konflik saat gelaran Pilkades serentak ini agar dapat diantisipasi dan secepat mungkin untuk diredam.

“Insya Allah potensi konflik di desa lain tidak ada. Kita pantau terus keberadaan panitia dan kondisi, semoga saja berjalan lancar,” ujarnya.

Kepada masyarakat Nganjuk yang akan memeriahkan kontestasi Pilkada serentak ini, Marhaen mengingatkan untuk memilih pemimpin yang terbaik, serta menjaga dan mengutamakan persatuan antar penduduk desa.

“Ini penting sekali, karena efek Pilkades sebelumnya itu sampai sekarang masih banyak ekses-eksesnya, seperti tetangga atau saudara yang tidak bertegur sapa,” katanya.

“Kami berharap, saat sudah selesai ya sudah. Tidak ada lagi yang namanya ini pendukung ini, ini pendukung ini, kembali kita sepakati siapa yang terpilih kita dukung, sehingga pembangunan di desa itu bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Marhaen juga menginginkan nantinya ada sinkronisasi antara kebijakan dari pemerintah daerah dengan kades-kades yang terpilih. Hal tersebut penting untuk pembangunan yang bersinergi antara pusat, provinsi, kabupaten sampai ketingkat desa. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.