Proses Pembuatan Warangka Keris

Yovie Wicaksono - 1 October 2021

SR, Tuban – Berawal dari kecintaannya terhadap keris, sejak 10 tahun silam, Wanto membuat warangka (sarung) keris. Hal itu bermula saat keris yang dimilikinya tidak memiliki warangka.

Sambil melihat contoh gambar, pengrajin asal Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini membuat warangka keris yang paling mudah.

Wanto yang belajar secara otodidak ini, mulai mempelajari proses membuat warangka keris dengan model yang lebih rumit hingga akhirnya mendapatkan pesanan membuat warangka keris orang lain.

Dengan menggunakan alat pangkot, bor, gergaji, tatah kayu, ganden (palu kayu) dan alat ukiran, tangan terampilnya mengubah beberapa jenis kayu mulai dari kayu cendana, waru, asem, hingga kayu timoho menjadi warangka dan deder (handle) keris yang indah dengan ukirannya.

“Warangka yang paling susah itu ladrang soalnya ujungnya tipis dan banyak lekukannya, lalu deder yang ukirannya rumit itu proses pembuatannya bisa 2-3 hari. Kalau warangka dan deder yang biasa, satu hari bisa selesai,” ujar pria berusia 45 tahun ini.

Berdasarkan tingkat kesulitan dan juga bahan bakunya, warangka dan deder karya Wanto ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 1.500.000.

“Biasanya yang pesan itu banyak dari Tuban sama Bojonegoro dan Lamongan. Karena saya mengerjakan semua prosesnya sendiri dan manual akhirnya ada beberapa yang saya tolak,” ujarnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.