Isi Waktu Ngabuburit dengan Grafiti

Yovie Wicaksono - 11 May 2019
Pemuda Kediri Isi Waktu Ngabuburit dengan Grafiti. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tiga pemuda di Kediri menunggu adzan magrib dengan mengisi kegiatan melukis di tembok (grafiti) menggunakan media cat semprot di perempatan Traffic Light jalan raya menuju Kaliombo, Kediri, Sabtu (11/5/2019).

Secara spontanitas, mereka dengan leluasa bergantian menuangkan ide, pikiran dan gagasan melalui sebuah gambar.

Salah satu diantara mereka, Yogi (28) warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menuangkan idenya di tembok berukuran 3 X 6 meter soal pemilu 2019, terutama maraknya berita atau informasi hoax.

“Untuk mengisi ngabuburit mas, sedikit menyinggung pasca Pemilu. Sekarang banyak beredar hoax, banyak beredar berita yang nggak jelas. Disini saya menggambarkan mata sama mulut terpisah jadi apa yang dilihat sama diomongkan berbeda,” ujar pemuda yang membuka usaha jasa tato ini.

Yogi mengatakan, sebelum proses menggambar dilakukan, bersama Oky dan Rendy (dua orang temannya) terlebih dahulu harus meminta izin ke pemilik rumah. Setelah mendapat izin, mereka baru berani mulai menggambar.

Proses grafiti yang dilakukan membutuhkan waktu dua hari, tergantung tingkat kesulitan objek yang digambar. Mereka saling bersinergi dan menguasai materi konsep yang digambar sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan ketika menyatukan visi masing-masing.

Yogi menjelaskan, bahan cat semprot yang dibutuhkan untuk menggambar ukuran 3 X 6 meter ini, menghabiskan kurang lebih dua dos cat. Jika dinominalkan, mereka menghabiskan uang Rp 500 ribu.

“Kita beli cat pantungan mas, terkadang ada sisa cat pekerjaan di kafe masih bisa kita pakai lagi,” ujar pemuda lulusan sekolah menengah kejuruan ini.

Yoga mengatakan, grafiti bukan hanya sekedar hobi, melainkan juga aktualisasi diri dimana mereka bisa mengekspresikan bakat yang mereka miliki. Pada umumnya mereka memilih sasaran yang menjadi tempat untuk mengaktualisasikan diri pada sebuah tembok bangunan di pusat keramaian.

“Bangunan tembok yang ada di pusat keramaian, ini dimaksudkan untuk fungsi keindahan. Agar orang berkendara di jalan punya pandangan lain di jalan,” imbuhnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.