Sebanyak 80,8% Orang Indonesia Bersedia Divaksin

Yovie Wicaksono - 18 May 2021
Program vaksinasi Covid-19. Foto : (BPMI Presiden)

SR, Jakarta – Kementerian Kesehatan menyampaikan hasil survei terkait tingkat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan kesediaan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19. Disebutkan bahwa sebanyak 80,8 persen bersedia menerima vaksin Covid-19.

“Data yang akurat sangat penting upaya penanggulangan Covid-19 dan formulasi kebijakan yang tepat untuk vaksin Covid-19. Karenanya kami sangat senang melihat laporan yang positif dari Covid-19 Symptom Survey yang menyatakan bahwa keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6 persen menjadi 19,2 persen selama periode Januari hingga Maret 2021,” ujar Sekjen Kemenkes Oscar Primadi.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin berjalan dengan baik. Karena semakin tinggi pula motivasi masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan Covid-19.

Covid-19 Symptom Survey ini dijalankan oleh Program Gabungan Metodologi Survei University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook.

Pengumpulan data survei dilakukan oleh University of Maryland dengan mengedepankan dan menjaga privasi semua responden.

Selain responden dari Indonesia, orang-orang dari 200 negara dan negara bagian juga turut berpartisipasi dalam survei yang dilakukan diluar platform Facebook ini.

“Sebagai salah satu survei vaksin Covid-19 terbesar di Indonesia, luasnya hasil dari survei ini sangat berharga seiring dengan upaya kami untuk mengatasi dampak terburuk pandemi ini bagi masyarakat Indonesia dan memastikan ketersediaan vaksin bagi semua melalui intervensi berbasis bukti,” kata Oscar.

Dalam survei disebutkan bahwa masih adanya keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin. Dari orang dewasa yang ragu-ragu terhadap vaksin di Indonesia, 49,2 persen mengkhawatirkan efek samping dan 34,9 persen ingin menunggu dan melihat situasi dulu sebagai alasan utama keraguan.

Dari kelompok demografis utama, keragu-raguan vaksin di Indonesia paling bervariasi antar kelompok umur. Secara khusus, kelompok usia termuda adalah kelompok yang paling ragu akan vaksin, dengan kelompok usia 18-24 tahun sebesar 20,9 persen dan usia 25-34 tahun sebesar 21,4 persen.

Jika dibandingkan antar provinsi, Riau dan Sumatera Selatan memiliki keragu-raguan vaksin tertinggi di antara kelompok usia 18-24 tahun masing-masing sebesar 32,1 persen dan 31,7 persen, sedangkan Banten dan Bali memiliki keragu-raguan vaksin yang paling rendah di antara kelompok usia ini masingmasing sebesar 14,8 persen dan 13,3 persen. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.