Perkuat Ketahanan Pangan, 231 RW di Surabaya Tanam Cabai

Rudy Hartono - 1 November 2026
DKPP Kota Surabaya dorong warga untuk melakukan Urban Farming Competition (SUFC) 2026 (net)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong masyarakat memanfaatkan lingkungan tempat tinggal untuk menanam cabai. Gerakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, tanpa harus memiliki pekarangan luas. Warga bisa menanam cabai menggunakan pot atau polybag, maupun memanfaatkan lahan bersama di lingkungan permukiman. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan, budidaya cabai di rumah dapat dimulai dengan langkah sederhana.

Selain menghasilkan bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari, kegiatan ini juga berpotensi mengurangi pengeluaran belanja rumah tangga. “Kami mengajak masyarakat mulai memanfaatkan ruang yang ada di sekitar rumah untuk menanam cabai. Tidak harus memiliki pekarangan luas, karena bisa menggunakan pot atau polybag. Yang terpenting, masyarakat mau memulai dan merawat tanaman tersebut agar bisa tumbuh hingga menghasilkan panen,” kata Nanik.

Menurut Nanik, gerakan menanam cabai juga menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Ketersediaan komoditas tersebut di pasaran dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kondisi cuaca, kemarau panjang, pasokan dari sentra produksi, hingga kelancaran distribusi dan biaya logistik.

“Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Gerakan tersebut turut didorong melalui Surabaya Urban Farming Competition (SUFC) 2026 8yang diluncurkan pada 4 September 2026. Dalam program ini, cabai rawit dan bawang merah menjadi dua komoditas utama yang dibudidayakan masyarakat melalui kelompok tani, RT/RW, maupun lingkungan Kampung Pancasila.

“Kami ingin kegiatan menanam ini bisa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Warga yang tidak memiliki pekarangan pun tetap bisa berpartisipasi dengan memanfaatkan lahan bersama di lingkungan tempat tinggal. Dengan begitu, urban farming dapat menjadi kegiatan kolektif yang manfaatnya dirasakan bersama,” katanya.

Hingga saat ini, SUFC 2026 telah melibatkan 462 peserta yang berasal dari 231 RW di Surabaya. Capaian tersebut setara dengan 92,4 persen dari target awal sebanyak 250 RW, sehingga peluang untuk memperluas keterlibatan masyarakat masih terbuka.

Untuk mendukung budidaya, DKPP memberikan perhatian pada penyediaan benih, pendampingan, serta edukasi mengenai perawatan tanaman. Khusus peserta kategori kelompok tani dalam SUFC 2026, panitia juga menyediakan satu paket benih cabai rawit.

“Pendampingan juga mencakup berbagai tahapan budidaya, mulai dari penyemaian, pengelolaan media tanam, pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama dan penyakit. Edukasi ini diharapkan membantu warga merawat tanaman dengan baik, termasuk bagi mereka yang baru pertama kali mencoba urban farming,” ujarnya.

Nanik menegaskan, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari banyaknya warga yang mulai menanam cabai. Keberlanjutan perawatan hingga tanaman berbuah dan menghasilkan panen juga menjadi hal penting.

“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada saat menanam saja. Tanaman perlu dirawat secara rutin sampai berbuah dan bisa dipanen. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Pemkot Surabaya berharap gerakan ini dapat mendorong semakin banyak rumah tangga memiliki tanaman cabai sendiri. Meski hasil panen bergantung pada produktivitas dan perawatan, cabai yang dihasilkan dari rumah dapat menjadi tambahan pasokan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Pemkot Surabaya mengajak masyarakat menjadikan urban farming sebagai kebiasaan positif. Dari satu pot cabai di rumah hingga kebun bersama di lingkungan RW, langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat kepedulian warga terhadap ketersediaan pangan di Kota Pahlawan,” tuturnya. (*/rri/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.