Regenerasi Pendonor Darah Jadi Tantangan PMI Sidoarjo

Rudy Hartono - 31 October 2026
Ilustrasi

SR, Sidoarjo – Keberlanjutan pasokan darah tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga regenerasi pendonor. Keterlibatan generasi muda menjadi perhatian untuk menjaga kesinambungan donor darah di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang dapat meningkat sewaktu-waktu.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo bersama PT Dharma Lautan Utama dan tim BHS Peduli dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono atau BHS menilai, kebiasaan donor darah perlu ditanamkan sejak usia muda. Sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya membantu sesama melalui donor darah.

“Donor darah ini harus dimulai sejak kita masih berusia muda dan dibiasakan. Sekolah-sekolah, mulai dari SMA, serta universitas di Sidoarjo bisa didorong untuk melakukan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan upaya saling membantu sesama,” kata BHS.

Menurut dia, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan. Semangat tersebut sejalan dengan nilai persatuan dan kepedulian yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Darah PMI Sidoarjo dr Shelivia Destiana mengatakan, jumlah pendonor di wilayahnya rata-rata mencapai sekitar 4.000 orang setiap bulan. Saat ini, stok darah PMI Sidoarjo dalam kondisi aman dan dinilai mencukupi kebutuhan pelayanan.

“Untuk ketersediaan saat ini aman. Alhamdulillah, stok darah tercukupi,” ujar Shelivia.

Meski demikian, kebutuhan darah dapat meningkat pada periode tertentu, terutama saat musim penghujan ketika kasus demam berdarah berpotensi bertambah. Peningkatan kebutuhan tersebut membuat ketersediaan darah dan kesinambungan partisipasi pendonor tetap perlu dijaga.

Selain memenuhi kebutuhan rumah sakit dan masyarakat di Sidoarjo, PMI setempat juga dapat membantu PMI maupun rumah sakit di daerah lain yang membutuhkan pasokan darah, sesuai ketersediaan stok. Kondisi ini menjadikan partisipasi pendonor sebagai bagian penting dalam mendukung layanan kesehatan lintas wilayah.

Melalui keterlibatan generasi muda dan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan donor darah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan tahunan. Pembentukan kebiasaan donor darah secara sukarela dan berkelanjutan menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan darah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di masyarakat. (*/rri/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.