DPRD Jatim Minta UPT Pertanian Berkontribusi Optimal di Tengah Pandemi

Yovie Wicaksono - 22 January 2021
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi. Foto : (Istimewa)

SR, Pasuruan – Komisi B DPRD Jawa Timur meminta dan berharap kepada UPT Pertanian untuk terus berkontribusi secara optimal di tengah masa pandemi Covid 19 ini. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi usai melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kebun Benih Hortikultura (KBH) Nongkojajar, Pasuruan, Kamis (21/1/2021).

Menurut politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini, sektor Pertanian merupakan salah satu sektor yang tangguh di tengah kondisi Pandemi Covid-19, karena tetap memberikan kontribusi positif bagi perekonomian, ketika sektor lain mengalami penurunan kinerja. 

“Untuk itu, sektor pertanian dengan berbagai unitnya perlu didukung agar terus berkontribusi optimal, salah satunya UPT Kebun Benih Hortikultura,” tuturnya.

“Keberadaan UPT yang telah menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) diharapkan agar terus berinovasi, sehingga tidak menjadi beban APBD melainkan memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang maksimal,” ujar politisi asal Dapil Malang ini.

Untuk itu, Daniel Rohi mengatakan, ada empat hal yang harus dilakukan, agar UPT ini bisa menghasilkan PAD yang terus meningkat. Antara lain, pertama, perlu meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), agar lebih produktif dan inovatif. “Kedua, pembenahan sarana dan prasarana agar lebih memadai,” katanya.

Ketiga, keterlibatan pihak ketiga perlu dipertimbangkan dengan matang agar memberikan manfaat yang optimal. Dan keempat, pemanfaatan teknologi untuk peningkatan produksi adalah sebuah keniscayaan.

Selain itu, terdapat 26 kebun dibawah UPT Pengembangan Benih Hortikultura, namun hanya 20 yang berstatus aktif digarap, sedangkan 6 yang lain belum tergarap alias idle dan berpotensi diserobot pihak lain. “Untuk itu perlu perhatian serius dari Pemerintah Provinsi agar aset tersebut dimanfaatkan dan tidak jatuh kepemilikannya kepada pihak lain” pinta Daniel.

Total APBD yang dialokasikan untuk UPT sebesar Rp 800 juta dan PAD 280 juta. “Untuk itu pengelola UPT terus didorong agar lebih inovatif sehingga terjadi peningkatan PAD,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.