ITS Bekali Ketrampilan 1.000 Siswa Gerbangkertosusilo Mitigasi Bencana
SR, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membekali 1.000 siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana. Program melalui Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS tersebut melibatkan pelajar SD hingga SMA.
Program bertajuk Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana itu diresmikan di Gedung Pusat Robotika ITS. Kegiatan ini menyasar pelajar dari wilayah Gerbangkertosusilo, meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Adhy Karyono, AKS, MAP menekankan pentingnya mitigasi bencana. Menurutnya, penguatan kesiapsiagaan sebelum bencana dapat mengurangi dampak ketika situasi darurat terjadi.
“Ketika kesiapsiagaan mitigasinya kuat, 70 persen risiko dapat berkurang saat tanggap darurat,” kata Adhy, Jumat, 30 Oktober 2026. Ia mengingatkan, masyarakat harus memiliki kemampuan menyelamatkan diri sebelum bantuan petugas tiba.
Kemampuan tersebut penting karena warga di lokasi kejadian menjadi pihak pertama yang dapat melakukan tindakan penyelamatan. “Pada kesempatan pertama, jangan berharap langsung ada yang menolong, kita harus menolong diri sendiri dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D. menyampaikan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia sekolah. Ia berharap para peserta mampu menjadi duta kebencanaan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masing-masing.
Ketua Pusat Studi MKPI ITS Hepi Hapsari Handayani, S.T., M.Sc., Ph.D. menjelaskan Indonesia, termasuk Jawa Timur, memiliki beragam potensi bencana. Karena itu, pelajar perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat.
Untuk memperkuat pemahaman, ITS menghadirkan edukasi interaktif, simulasi Virtual Reality (VR), serta Education Booth. Pendekatan tersebut dirancang agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkan pengetahuan kebencanaan.
Wakil Ketua Pusat Studi MKPI ITS Dr. Berlian Al-Kindhi, S.ST., M.T. mengatakan, peserta diharapkan meneruskan edukasi tersebut kepada masyarakat. Mereka juga diproyeksikan menjadi agen kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing.
“Mereka bisa menjadi agen di sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk memberitahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujarnya. Selain pembelajaran dalam ruangan, peserta juga mengikuti pelatihan praktik sesuai jenjang pendidikan.
Siswa SD memperoleh simulasi pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sementara itu, siswa SMP dan SMA mendapatkan pelatihan keselamatan diri, pertolongan pertama, serta prosedur evakuasi.
Pelatihan tersebut melibatkan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS bersama BPBD Jawa Timur. Melalui program ini, ITS berharap budaya sadar bencana semakin berkembang di lingkungan pendidikan. (*/rri/red)
Tags: its, pusat studi mitigasi, siswa tangguh, superradio.id, tangguh hadapi bencana
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





