Pentingnya Literasi Digital

Yovie Wicaksono - 28 October 2019
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan kemajuan teknologi yang mengakibatkan banjirnya informasi harus disertai dengan literasi digital. Terlebih banyaknya berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian yang massif, mengharuskan generasi muda cerdas bersosial media.

“Jadi peran informasi penyeimbang untuk menyeimbangkan berita hoax, menyebarkan banyak kabar baik itu jadi penting,” ujarnya kepada Super Radio, Minggu (27/10/2019) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipin ini, guna mendapat informasi yang positif, maka penting untuk mengikuti (follow) akun yang berisi pesan positif di media sosial.

“Ibaratnya, kamu itu ya siapa yang kamu follow. Kalau ingin jadi anak muda yang lebih positif ya follow akun-akun yang bisa menggairahkan semangatmu, bisa mencerahkan,” ujarnya.

“Kita tidak bisa melawan bentuk propaganda hoax karena semua yang berkepentingan itu banyak. Maka jadilah generasi muda yang cerdas bersosial media,” imbuhnya.

Sekedar informasi, berdasarkan data We Are Social pada awal 2019 menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta orang atau sekitar 57 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Sebesar 66 persen pengguna media sosial adalah generasi millenial. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Selain itu, dalam sehari rata-rata orang Indonesia mampu menghabiskan waktu hingga 3 jam 26 menit di sosial media. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.