Dipicu Emas dan Daging Ayam, Indeks Fluktuasi Harga Mojokerto Naik

Rudy Hartono - 19 September 2026
Tim Satgas Pangan bersama Disperindag Kabupaten Mojokerto saat melaksanakan sidak di Pasar Raya Mojosari, untuk memastikan harga kebutuhan pokok.

SR, Mojokerto – Pergerakan harga pasar di Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang bulan Agustus 2026.

Lonjakan harga komoditas utama masyarakat ini memicu perubahan grafik inflasi daerah dalam skala bulanan.

Kondisi perekonomian daerah itu terpengaruh oleh dinamika pasar global serta fluktuasi permintaan bahan pokok domestik.

Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mojokerto mendata laju Indeks Fluktuasi Harga (IFH) mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen.

Kepala Bapperida Kabupaten Mojokerto, Tatang Marhaendrata, menyampaikan bahwa pergerakan angka itu mencerminkan tren peningkatan harga kebutuhan masyarakat secara umum.

“Kenaikan IFH ini terutama dipicu naiknya harga emas perhiasan. Kenaikan harga itu sejalan dengan tren peningkatan harga emas di pasar, yang dipengaruhi pergerakan harga emas dunia dan kondisi pasar keuangan global,” ujar Tatang, Kamis (17/9/2026).

Selain emas, beberapa kebutuhan pokok seperti daging ayam ras, telur ayam ras, buncis, minyak goreng, cabai rawit, hingga beras turut mendominasi daftar komoditas yang merangkak naik.

Di sisi lain, terdapat sejumlah bahan pangan dan energi yang berhasil menahan laju IFH melalui penurunan harga pasar.

“Sementara itu, komoditas penyumbang penurunan IFH tertinggi adalah bensin (Pertamax). Penurunan harga itu seiring penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi, yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar,” ucap Tatang.

Beberapa komoditas pangan lain yang ikut merosot harganya antara lain bawang merah, tomat sayur, terong, wortel, hingga kentang.

Tatang menambahkan, catatan kumulatif IFH tahun kalender periode Januari hingga Agustus 2026 berada pada angka 0,33 persen.

“IFH tahunan (Year-on-year/YoY) periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 1,69 persen,” tandasnya. (*/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.