Ini Penyebab Lemas hingga Pusing saat Puasa

Yovie Wicaksono - 18 April 2021
Ilustrasi.

SR, Jakarta – Ada sederet masalah yang biasanya orang-orang alami saat berpuasa di bulan Ramadan, salah satunya lemas.

Melansir Antara, dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Putri Sakti mengatakan, hal tersebut bukan hanya disebabkan asupan makanan bergizi yang tak seimbang tetapi juga kurangnya asupan cairan.

“Selain makanan jangan lupakan asupan cairan, karena kalau tubuh lemas bukan hanya kurang kalori atau karbohidrat, tetapi juga bisa jadi karena kekurangan cairan,” katanya.

Maka dari itu perlu memastikan bisa mendapatkan asupan setidaknya 2 liter cairan atau air minum per hari yang dibagi saat sahur dan berbuka puasa. Untuk memudahkan, ada waktu pembagian minum yang bisa diterapkan yakni segelas setelah bangun tidur (pukul 03.00), setelah makan sahur, menjelang imsak atau adzan subuh, saat adzan magrib, setelah makan berat, setelah salat tarawih dan sebelum tidur.

Selain itu juga bisa mensiasati asupan cairan melalui masakan misalnya dengan makanan berkuah atau buah yang banyak mengandung air seperti semangka ketimbang pisang untuk membantu hidrasi tubuh.

“Lemas bisa diatasi dengan asupan cairan cukup dan karbohidrat tepat, karbohidrat pilih yang kompleks,” kata Putri.

Selain lemas, konstipasi atau sembelit juga menjadi masalah yang kerap muncul selama Ramadan terutama di pekan pertama. Agar tak mengalaminya, pastikan asupan cairan, serat dan olahraga cukup.

Kalau merasa pusing, segera perbaiki waktu tidur. Putri menyarankan tidur berkualitas 7-8 jam per hari. Saat Ramadan, cobalah tidur sejam lebih awal agar tidak terlewat waktu sahur. Untuk memudahkan tidur, sebaiknya jangan berolahraga mendekati waktu tidur dan ciptakan suasana nyaman misalnya gelap, tenang dan sejuk sebelum tidur.

Bisa juga menyempatkan tidur satu jam setelah salat subuh dan tidur siang satu jam. Ingatlah jangan tidur dalam kondisi kekenyangan terutama usai sahur.

Asupan serat yang cukup dari sayuran dan buah juga bisa membantu menghindari terkena pusing.

Kemudian, pada mereka yang sering mengalami nyeri ulu hati berhubungan dengan asam lambung sebaiknya hindari makanan mengandung gas saat sahur seperti kubis, kembang kol, brokoli, kemudian makanan terlalu asam, pedas, terlalu tinggi serat seperti apel dan kafein saat sahur.

Terakhir, makanlah secara bertahap saat berbuka puasa untuk memberikan waktu pada sistem pencernaan beradaptasi. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.