Pemkot Surabaya Targetkan 2.400 Warga Miskin Dapat Kerja

Rudy Hartono - 19 September 2026
Ilustrasi para pencari kerja di Balai Pemuda Surabaya. (sumber: rri) 

SR, Surabaya – Sekitar 2.400 warga dari keluarga miskin dan pramiskin di Kota Surabaya masih membutuhkan pekerjaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan seluruh warga tersebut dapat terserap ke dunia kerja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebby Djuniantoro mengatakan, warga miskin dan pramiskin menjadi salah satu sasaran utama Pemkot Surabaya dalam memperluas akses pekerjaan.

“Sasaran utama kami adalah sekitar 2.400 warga tersebut. Kalau bisa, semuanya bekerja. Tidak hanya sebagian,” kata Hebby saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Hebby, Pemkot Surabaya sebelumnya memberikan pembekalan kepada warga dari keluarga miskin dan pramiskin sebelum mereka mengikuti bursa kerja.

Pembekalan tersebut mencakup cara melamar pekerjaan, menghadapi wawancara, hingga persiapan memasuki dunia kerja.

Langkah ini dilakukan agar warga yang membutuhkan pekerjaan memiliki bekal dan kompetensi untuk bersaing dengan pencari kerja lainnya.

“Caranya melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BP3MI bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri,” ujarnya.

Upaya memperluas akses pekerjaan tersebut berlangsung di tengah tren penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Surabaya dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data BPS Kota Surabaya, TPT Surabaya pada 2020 mencapai 9,79 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 6,76 persen pada 2023 dan kembali turun menjadi 4,91 persen pada 2024.

Penurunan TPT pada 2024 terjadi ketika jumlah angkatan kerja justru meningkat.

Pada Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di Surabaya mencapai sekitar 1,62 juta orang atau bertambah 55,1 ribu orang dibandingkan Agustus 2023.

Pada periode yang sama, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Surabaya mencapai 70,49 persen, meningkat 1,76 poin persentase dibandingkan Agustus 2023.

Data tersebut menunjukkan bertambahnya jumlah penduduk yang masuk dalam angkatan kerja diikuti peningkatan jumlah penduduk yang bekerja. Sementara itu, jumlah penduduk yang menganggur mengalami penurunan. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.