Pemkot Siap Bantu UMKM dan Startup Urus Sertifikat Halal dan Hak Merek

Rudy Hartono - 30 October 2024
Demoday pameran produk startup yang digelar oleh Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Technopark LPPM UPN Veteran Jawa Timur (sumber:rri)

SR, Surabaya – Demoday pameran produk startup yang digelar oleh Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Technopark LPPM UPN Veteran Jawa Timur resmi ditutup oleh Kepala LPPM Dr Ir Rossyda Priyadarsini MP,  Selasa (29/10/2024).

Mulai dari pembukaan hingga penutupan acara, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selalu memantau acara tersebut. Bahkan, dalam acara ini mereka kembali menegaskan bahwa siap membantu menguruskan Sertifikat Halal dan Hak Merek dari para startup UPN Veteran Jawa Timur. Tentu dengan catatan startup itu atas nama warga yang ber-KTP Surabaya.

“Jadi, kalau ada startup UPN Veteran Jawa Timur yang masih belum memiliki sertifikat halal dan hak merek, asal itu atas nama warga Surabaya, kami siap bantu. Pokoknya startup atau UMKM yang belum memiliki sertifikasi halal dan belum punya hak merek, kami siap bantu,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Farida Fitrianing Arum.

Menurut Farida, saat ini Pemkot Surabaya terus mengebut proses sertifikasi halal dengan berkoordinasi dan bekerjasa dengan berbagai pihak. Apalagi, saat ini sertifikasi halal itu diwajibkan, sebagaimana diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH)., aturan itu juga diperkuat oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal (JPH).

Sementara itu, Kepala LPPM  Rossyda menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dimiliki oleh panitia, ada sekitar 8 ribuan pengunjung yang hadir dalam acara yang digelar selama dua hari itu. Bahkan, berdasarkan data tingkat kepuasan dari hasil survei google form, sebanyak 80 persen lebih merasa sangat puas dan puas dengan pameran ini.

“Nah, untuk total transaksi selama dua hari ini dari semua tenant sekitar Rp 250-300 juta,” katanya.

Ia berharap dengan adanya acara ini bisa menambah kompetensi dan daya tawar mahasiswa di kemudian hari, sehingga ketika mereka lulus dari UPN tidak hanya melulu mencari kerja, tapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha.

“Endingnya tentu kami berharap semoga lahir jiwa-jiwa kewirausahaan yang tangguh dan berdaya saing di berbagai hal. Dengan jiwa kewirausahaan itu, maka nantinya kalau sudah lulus tidak hanya mencari kerja, tapi juga bisa menyerap tenaga kerja,” katanya. (*/rri/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.