ID-COP dan Mitra Ajak Anak Indonesia Cakap Digital

Yovie Wicaksono - 25 July 2021
Webinar bertema "Anak Indonesia Makin Cakap Digital" pada Sabtu (24/7/2021). Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Indonesia Child Online Protection (ID-COP) dan mitra, mengajak anak-anak untuk menguatkan literasi digital, berpikir kritis dan bijak dalam memanfaatkan teknologi, dengan menggelar kampanye melalui webinar bertema “Anak Indonesia Makin Cakap Digital” pada Sabtu (24/7/2021).

Perwakilan ID-COP dan mitra, Maria Advianti mengatakan, hal tersebut dilakukan agar anak-anak Indonesia tetap semangat belajar meskipun di tengah pandemi Covid-19, sekaligus memaknai momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2021.

“Tujuan acara hari ini adalah agar anak-anak Indonesia tetap ceria, terus gembira dan bersemangat untuk belajar dengan baik, meskipun pembelajaran masih dilakukan secara online untuk pandemi sekarang. Kemudian kami juga turut berkontribusi dalam menguatkan anak Indonesia untuk makin cakap digital,” ujarnya, Sabtu (24/7/2021).

Sehubungan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Ciput Purwianti juga menuturkan bahwa ranah digital seperti dua mata pisau yang memiliki dampak baik dan dampak buruk. Sehingga diperlukan kemampuan kontrol yang bijak agar anak dapat aman dan terlindungi.

“Khusus untuk tema webinar hari ini, tentunya concern kami adalah mengharapkan ayah bunda, anak-anak semuanya semakin cakap digital, terlebih punya kapasitas melindungi diri sendiri dari berbagai bahaya yang ada di ranah digital. Nanti ini dari adik-adik semua dan teman-teman seluruh Indonesia akan mengangkat mulai dari hoaks, kemudian bagaimana juga mengatasi kekerasan di ranah digital,” ucap Ciput.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Pusat Pengayaan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud-ristek) Hendarman. Menurutnya, anak memiliki kebutuhan stimulasi yang membantu mematangkan keterampilan kompetitif sosial dan emosional. Sehingga dengan kampanye ini, diharapkan semangat anak untuk membangun tumbuh kembang karakter bisa meningkat.

“Kami di Kemendikbud-ristek memprioritaskan kebutuhan anak di tengah perubahan global saat ini, yang terutama kami ingin meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Saya percaya bahwa kolaborasi ini bukan sekadar merayakan Hari Anak Nasional, tapi sesungguhnya karena kita ingin memotivasi, bahwa masa pandemi yang panjang ini tidak serta merta mematahkan semangat anak-anak untuk berekspresi, berkarya, dan berjuang untuk membangun kepercayaan diri, tumbuh kembangnya karakter,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bonifasius Wahyu Pudjianto menambahkan, di era sekarang telah terbentuk kultur baru yakni kultur digital. Sehingga yang diperlukan adalah bimbingan dari orang tua serta orang dewasa, agar generasi muda bisa memanfaatkan teknologi secara bijak dan bersikap kritis.

“Nah dalam memperingati Hari Anak Nasional, kita memiliki makna bahwa bangsa kita ini menaruh kepedulian besar terhadap optimalisasi generasi muda kita. Kita harus memahami situasi pandemi ini dan harus menyadari bahwa kehidupan kita ini sangat bergantung pada fitur-fitur teknologi,” ungkapnya.

“Dengan adanya kultur digital, mendorong kita untuk melihat ekosistem digital secara lebih menyeluruh. Sebagai orang tua ataupun sebagai pengguna yang sudah dewasa, kita diharapkan tidak bersikap paranoid, ataupun menghindarkan anak, adik kita untuk memahami dan menggunakan gawai dan fitur teknologi yang begitu beragam. Untuk pengguna berusia muda atau pengguna yang masih memerlukan supervisi dari orang tua atau guru, maka tanggung jawab kita untuk membimbing mereka dalam menggunakan teknologi tersebut,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, ID-COP berkolaborasi dengan sejumlah mitra dan lembaga yakni Down to Zero, Ecpat Indonesia, ICT Watch, Kompak, KUGI, NXG, RTIK, Save the Children, SEJIWA, Ashoka, Borneo Football International Foundation, SD Gemala Ananda, Labschool UNJ, Ma’arif Institute, Mafindo, SOS Children’s Villages, Saka Millenial, Forum Anak Komunitas Lebebae, Komunitas Musik Ukulele, Wahana Visi Indonesia, dan Yayasan Prima Unggul. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.