PDI Perjuangan Jatim Gandeng Ponpes Tingkatkan Kemandirian di Bidang Ekonomi

Yovie Wicaksono - 9 March 2021
Pengasuh Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Moch Zakki (baju putih) saat bertemu Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Selasa (9/3/20210). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sebagai bentuk implementasi dari konsep Trisakti Bung Karno, yakni berdikari di bidang ekonomi, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendorong Pondok Pesantren (Ponpes) Entrepreneur untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno mengatakan, Pondok Pesantren Entrepreneur ini adalah salah satu upaya yang dilakukan Ponpes untuk membuat para santrinya mandiri dibidang ekonomi.

“Jadi kalau santrinya keluar sudah tidak perlu lagi bingung mencari kerja karena sudah bisa kerja sendiri. Ini salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran. Terlebih dengan adanya covid ini, banyak pabrik yang collapse dan banyak pengangguran, ini menjadi trobosan,” ujar anggota Komisi E DPRD Jatim ini pada Selasa (9/3/2021).

Ia mencontohkan Ponpes Mukmin Mandiri Sidoarjo berbasis agriwisata dan agribisnis yang berhasil mengembangkan produk kopi hingga diekspor kesejumlah negara seperti Australia, Dubai, dan China sejak 2013 lalu.

Perempuan yang juga Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ini menegaskan, pihaknya siap bekerjasama memaksimalkan potensi santri berdaya ekonomi ini.

“Kami akan membangun kerjasama, di PDI Perjuangan Jawa Timur ada Koperasi Mega Bakti disana ada UKM-UKM produk dari Ponpes Mukmin Mandiri. PDI Perjuangan akan membuka pasar dan peluang, disana akan produksi dan kita akan bantu bahan-bahan dari berbagai daerah,” tandas Untari.

Pengasuh Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Moch Zakki menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, ini adalah bentuk kepedulian PDI Perjuangan dalam mengembangkan Pesantren lebih berdaya, baik secara religius maupun ekonomi.

“Ini adalah bagian dari kepedulian PDI Perjuangan dan Pondok Pesantren untuk bisa mengembangkan ekonomi keumatan, kemasyarakatan,” ujar Moch Zakki. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.