Pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang 100 Persen Sembuh

Yovie Wicaksono - 5 June 2020
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Riau – Dalam kunjungan kerjanya yang pertama selama masa pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengunjungi Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 (RSKI) Pulau Galang, Provinsi Riau.

Ini adalah lokasi kunjungan kedua setelah berkunjung ke pulau terluar, yaitu Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Pada kesempatan itu, Mahfud dan rombongan mendapatkan laporan dari direktur RSKI bahwa peralatan yang dimiliki adalah yang paling lengkap di Indonesia. Selain itu, seratus persen pasien yang telah dirawat disini dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Sejak beroperasi tanggal 13 April, kami sudah menerima 150 pasien, dan alhamdulillah semuanya sembuh. Sekarang tinggal tersisa 49 pasien yang sedang kami rawat,” ujar Direktur RSKI, Kol. Khairul Ihsan Nasution, Jumat (5/6/2020).

Mahfud bersyukur dan gembira karena peran rumah sakit ini begitu nyata, dan mampu merawat pasien dengan tingkat kesembuhan paling baik.

“RSKI Covid Pulau Galang ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengatasi corona, karena meski baru terbangun bulan April, keputusan untuk mengadakan rumah sakit khusus covid ini diputuskan sejak tanggal 6 Februari 2020, sebelum di Indonesia ditemukan pasien positif pada tanggal 2 Maret,” ujar Mahfud.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi para dokter dan petugas kesehatan yang dalam dua bulan terakhir berjibaku melawan virus covid.

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada para dokter dan tenaga medis. Teruslah bekerja demi nusa dan bangsa dan demi kemanusiaan,” katanya.

Mengenai informasi bahwa para dokter dan petugas medis disini belum mendapatkan insentif, Mahfud mengatakan bahwa dana untuk itu sudah dicairkan dua hari sebelum hari raya Idulfitri. Namun karena mesti diteliti satu per satu dan memastikan agar tidak salah alamat, urusan administrasi menyebabkan tersendat.

“Tapi bapak, kami akan segera sampaikan ke Jakarta tentang insentif yang belum diterima oleh para dokter dan tenaga kesehatan itu, semoga bisa segera ada kabar baik,” kata Mahfud. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.