Banjir Rob Sedati Ikan Tambak Hanyut dan Nelayan Merugi
SR, Sidoarjo – Banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir timur Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Empat desa terdampak, yakni Desa Kalanganyar, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning, dan Segoro Tambak.
Air laut pasang yang mencapai 3 hingga 4 meter meluap ke daratan dan menghambat aliran air menuju laut.
Genangan mulai terjadi sejak Sabtu 16 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga dua sampai tiga hari ke depan.
Ketinggian air di kawasan permukiman warga rata-rata mencapai 15 hingga 20 sentimeter. Di sejumlah titik, genangan bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Akibatnya, aktivitas warga pesisir terganggu, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai petani tambak dan nelayan. Sejumlah kolam pancing milik warga juga terpaksa menghentikan operasional sementara karena area usaha tergenang air laut.
Camat Sedati, Dedy Kurniawan, membenarkan banjir rob melanda sejumlah desa pesisir dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, fenomena tersebut terjadi setiap pagi dan mulai surut pada sore hari. “Banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut sore hari,” kata Dedy, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, rob mulai terjadi sejak Sabtu lalu. Kondisi itu membuat aktivitas petambak dan nelayan terganggu karena akses menuju tambak maupun laut menjadi sulit dilalui. “Sejumlah usaha kolam pancing warga juga sementara dihentikan karena kawasan tergenang air laut pasang,” ujarnya.
Salah seorang warga Dusun Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi, Dani, mengatakan banjir rob merupakan peristiwa tahunan yang kerap terjadi di wilayah pesisir Sedati. Menurut dia, pola pasang air laut memiliki siklus tertentu setiap tahun.
“Biasanya bulan Mei air pasang datang siang hari, sedangkan Oktober sampai Desember terjadi malam hari,” kata Dani.
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB dan surut kembali sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, ketinggian air kali ini dinilai lebih tinggi dibanding hari biasa. “Ketinggian air sekarang sampai lutut orang dewasa,” tuturnya.
Warga lainnya, Mulyadi (59), mengaku banjir rob menyebabkan kerugian besar bagi petani tambak. Air laut pasang merusak tanggul tambak hingga menyebabkan ikan budidaya hanyut terbawa arus. “Banyak budidaya ikan tambak hanyut terbawa arus karena bagian tambaknya rusak diterjang air laut pasang,” ujar Mulyadi.
Meski jalan kampung masih dapat dilalui kendaraan, warga membatasi akses bagi orang luar yang hendak masuk ke kawasan terdampak untuk menghindari risiko keselamatan. (*/rri/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





