PLATO-UNICEF Dorong Keterlibatan Media dalam Penyebarluasan Informasi dan Edukasi Kesehatan

Yovie Wicaksono - 6 October 2022
Workshop Media dalam rangka meningkatkan keterlibatan media untuk memperkuat program RCCE di Surabaya, Rabu (5/10/2022). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Yayasan PLATO bersama UNICEF terus mendorong keterlibatan media dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait kesehatan baik melalui media cetak, elektronik maupun media online.

Direktur Yayasan PLATO, Dita Amalia mengatakan, media massa dianggap mampu menawarkan fakta dan data yang otentik sebagai transportasi komunikasi massa agar dapat menyebarkan pesan secara luas, cepat, dan terus menerus kepada khalayak yang lebih luas.

Ia mencontohkan, dalam pelaksanaan program Risk Communication and Community Engagement (RCCE), media telah mengambil peran dalam menggaungkan PEKAN ASI dan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) pada Agustus lalu melalui berbagai saluran komunikasi.

“Selain itu, adanya campur tangan media dinilai positif untuk meningkatkan visibilitas program kepada publik,” ujar Dita dalam Workshop Media dalam rangka meningkatkan keterlibatan media untuk memperkuat program RCCE di Surabaya, Rabu (5/10/2022).

Dita menjelaskan, program RCCE sendiri merupakan salah satu bagian pilar penting dalam upaya pencegahan perilaku berisiko melalui pendekatan komunikasi interpersonal untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan di masyarakat tingkat akar rumput.

Strategi RCCE UNICEF, lanjutnya, dirancang untuk mempromosikan perilaku pencegahan, membangun kepercayaan dan keyakinan masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan termasuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan lainnya, termasuk gizi, dan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) yang bersifat esensial.

“RCCE juga menginisiasi adanya intervensi yang mendukung akses yang dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, terutama pada populasi rentan,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mempromosikan masyarakat yang lebih sehat, kata Dita, Program RCCE akan difokuskan pada penyampaian pesan imunisasi, ASI Ekslusif, Konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) pada ibu hamil, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), gizi seimbang serta PHBS melalui cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

“Upaya ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah stunting sedini mungkin,” sambungnya.

Ke depan, pihaknya juga berharap, media mampu secara efektif terlibat dalam mendorong gerakan masyarakat untuk melakukan perilaku bersih dan sehat serta meningkatkan kesadaran untuk mengakses layanan kesehatan yang esensial seperti imunisasi melalui data yang faktual.  (fos/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.