Kedaulatan Pangan, PDI Perjuangan Jatim Gerakkan Tanam Sukun Massal

Rudy Hartono - 2 June 2026
Sejumlah kader PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tarik menanam bibit pohon Sukun di kebun. (foto: humas dpd pdip jatim)

SR, Surabaya – Tak sekadar omon-omon, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (PDIP Jatim) mengambil langkah nyata, instruksikan kader serentak tanam pohon sukun untuk memperkuat kedaulatan pangan Jawa Timur.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono menegaskan, aksi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Tak sekadar perintah. Instruksi penanaman sukun betul-betul diawasi. Tiap PAC diwajibkan menyertakan bukti penanaman tiap bibit pohon sukun yang diinstruksikan hingga ke pelosok Jatim.

“Jadi memang semuanya kita arahkan beberapa sudah melakukan dan puncaknya nanti kita akan melaksanakan kegiatan penanaman pohon tidak hanya sukun dan beberapa pohon yang lain juga,” tandasnya.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan untuk selalu memperhatikan kedaulatan pangan rakyat. “Sukun ini di beberapa tempat  kita jadikan untuk menjadi penanda dan gerakan serentak dari PDI Perjuangan khususnya untuk mengembangkan amanat dari Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” ucapnya, Senin (1/6/2026).

Pihaknya menilai sukun punya potensi besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Buah sukun dikenal mengandung nutrisi luar biasa yang mampu memenuhi kebutuhan pangan warga sebagai pengganti nasi.

Lebih lanjut ia menjabarkan, pohon sukun punya struktur akar yang sangat kuat untuk menjaga kondisi alam. Kemampuan akar sukun dalam menahan arus dan air, menjadikannya tanaman ideal untuk melindungi ekosistem lingkungan dari kerusakan.

Tanaman tersebut juga punya kaitan sejarah  erat dengan Bung Karno. Konon, pohon sukun memberikan inspirasi mendalam bagi Bung Karno saat merenungkan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, pemilihan sukun juga membawa misi penyelamatan alam karena akarnya yang dikenal sangat kuat menahan air. Hal ini dianggap selaras dengan filosofi Pancasila yang harus mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

“Jadi buah sukun ini kan memang keseluruhannya juga membawa manfaat. Selain pohonnya juga untuk bisa menahan arus, juga mempunyai kandungan yang luar biasa sebagai pengganti beras,” tuturnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.