Museum Airlangga Kediri Berbenah di Tengah Pandemi 

Yovie Wicaksono - 16 September 2020
Museum Airlangga Kediri Berbenah di Tengah Pandemi. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejak Maret 2020 lalu hingga sekarang, Museum Airlangga di Kota Kediri masih ditutup untuk umum sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Karena tidak ada kegiatan selama pandemi, hal ini dimanfaatkan oleh pihak pengelola untuk melakukan perbaikan prasarana fisik museum yang dilaksanakan sejak pertengahan Juni 2020 lalu.

“Perbaikan mulai dilakukan sejak pertengahan bulan Juni 2020. Dilakukan renovasi karena kita harus berbenah dan kita mendapat anggaran alokasi khusus dari Kemendikbud pusat yang khusus untuk menangani museum,” ujar Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setiyowati, Rabu (16/9/2020).

Perbaikan fisik menyasar pada pembenahan atap  plafon gedung museum, pengecatan, rehab taman, perbaikan saluran hingga pembenahan  fitrin dan dak koleksi (penyanggah tempat patung). Adapun perbaikan prasarana fisik ini dijadwalkan selesai pada pertengahan September 2020.

“Anggaran DAK tidak boleh untuk aset, untuk pembelian aset tidak boleh. Bolehnya  hanya untuk rehab saja,” ujar perempuan yang sudah delapan tahun berdinas di kantor Disbudparpora Kota Kediri tersebut.

Endah Setiyowati menambahkan, benda koleksi yang ada di Museum Airlangga saat ini berjumlah 355 benda. Ratusan benda yang memiliki nilai historis itu, kini disimpan di dalam dua gedung.

Dimana gedung klasik diperuntukkan menyimpan sejenis benda purbakala berupa patung peninggalan masa Kerajaan Kadiri. Sementara gedung etnografis difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda zaman kolonial, berupa cikar, dokar, maupun senjata pusaka keris.

“Macam-macam koleksinya, ada yang masa kerajaan, kolonial, dan juga yang saat ini  berusia 50 tahun masuk dalam cagar budaya. Kalau benda pusaka semacam keris kita tidak tau masanya,” ujar Endah Setiyowati.

Ratusan benda pusaka ini ditemukan di seputaran wilayah kota dan kabupaten Kediri. Koleksi ini kemudian disimpan di dalam museum dengan perawatan khusus agar tidak mudah rusak. Salah satunya dengan pemberian cairan khusus pada patung agar awet dan tidak berjamur.

“Mestinya, patung kan ada perawatan khususnya. Menggunakan cairan khusus biasanya AC 322. Berupa serbuk, nanti diaduk menjadi cairan lalu diusapkan pada patungnya baru dibersihkan untuk menghilangkan jamur yang ada. Patung bisa aus juga,” ujarnya.

Sebelum masa pandemi , saat lokasi wisata goa selomangleng masih dibuka untuk umum.

Museum Airlangga ini banyak didatangi pengunjung sebelum adanya pandemi, terlebih pada saat liburan, wisatawan yang datang ke sini bisa mencapai ribuan orang.

Adapun biaya masuk ke Museum Airlangga sangatlah terjangkau, cukup merogoh kocek Rp 1000 untuk kategori pengunjung usia dewasa, dan Rp 500 untuk kategori anak-anak.

Pada hari kerja, kebanyakan pengunjung yang datang adalah para pelajar sekolah yang didampingi guru sekolah masing-masing untuk memberikan edukasi terkait sejarah.

Mengingat kondisi saat ini masih berada di tengah pandemi, Endah Setiyowati belum bisa memastikan kapan Museum Airlangga akan dibuka kembali.

“Belum tau nunggu instruksi dari Wali Kota Kediri, kita belum tau kapan selesainya pandemi. Sebelum pandemi, pengunjung yang datang ke museum bisa seribu orang lebih, itu khusus ada hari libur,” ujarnya.

Sekedar informasi, Museum Airlangga yang memiliki luas area 6670 meter persegi ini merupakan museum milik Pemerintah Kota Kediri yang didirikan pada 30 November 1991. Lokasi museum ini terletak di Jalan Mastrip di lereng kaki Gunung Klotok, tepatnya dekat dengan Goa Selomangleng, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.