Minta Hujan, Warga Gelar Ritual Sedekah Dawet

Yovie Wicaksono - 22 November 2019
Para petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, saling melempar dawet dalam ritual sedekah dawet, Jumat (22/11/2019) sore. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Puluhan petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, menggelar ritual sedekah dawet, Jumat (22/11/2019) sore.

Kegiatan ini merupakan tradisi turun temurun yang dipercayai oleh masyarakat desa setempat untuk meminta hujan kepada Tuhan.

Ritual tersebut dilaksanakan di area lokasi Sumber Kembangan dengan dimulai dari pembacaan Surat Al – Qadr sebanyak 20 kali, Al – Ikhlas dan doa Nurbuat. Selesai doa kemudian dilanjut prosesi penuangan dawet ke sumber mata air Kembangan.

Disaat prosesi penuangan dawet berlangsung, puluhan petani ini secara spontan melemparkan dawet yang sudah dibungkus berukuran kecil ke temannya (perang dawet). Mereka kemudian terlibat aksi saling lempar dawet, hingga pakaian dan celana menjadi basah.

Disela-sela aksi lempar dawet berlangsung, seorang tokoh agama setempat terlihat  membakar marang dibawah pohon bulu yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Kepala Kantor Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Arif Budianto mengatakan, sedekah dawet ini memiliki makna jika warga Desa Paron mendapat limpahan rahmat, rezeki seperti layaknya minuman dawet. Disamping itu, karena saat ini memasuki musim kemarau panjang, para petani disini berharap berkah turunnya hujan.

“Yang pertama, banyak limpahan rezeki yang didapat oleh warga Desa Paron, karena ini musim kemarau panjang, khususnya para petani berharap berkah turunnya hujan,” ujarnya.

Arif Budianto menambahkan, tahun ini musim kemarau berlangsung cukup lama. Padahal di daerah lain sudah mulai turun hujan. Maka dari itu, ia berharap dengan adanya ikhtiar yang dilakukan para petani ini nantinya dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.