Minimalkan Penundaan Pelayanan Pemulasaran Jenazah Covid-19, Eri Cahyadi Lakukan Ini

Yovie Wicaksono - 29 June 2021
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan pengecekan di TPU Keputih pada Selasa (29/6/2021). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa saat ini bukan hanya rumah sakit yang penuh, namun pelayanan pemulasaran jenazah juga mengalami hal yang sama.

“Sekarang bukan hanya rumah sakit yang penuh sesak, tapi juga layanan pemulasaran jenazah. Saya turun ke lapangan, ada salah satu rumah sakit yang proses pemulasarannya, jenazah harus menunggu berjam-jam untuk diproses,” tulisnya dalam postingan Instagram resminya di @ericahyadi_ saat melakukan pengecekan di TPU Keputih pada Selasa (29/6/2021).

Menanggapi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk meminimalkan penundaan pelayanan pemulasaran pada jenazah Covid-19.

“Kami langsung lakukan langkah taktis. Kita putuskan, khusus warga Surabaya, pemulasaran jenazahnya bisa dilakukan di TPU Keputih. Pemkot Surabaya sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pemulasaran jenazah itu, mulai dari modin dan pemandian beserta kebutuhan lainnya,” lanjutnya.

Jika jenazah merupakan non muslim, akan disiapkan petugas khusus serta peti untuk merawat jenazah. Sedangkan jika jenazah adalah umat Islam, maka pengurusannya akan dilakukan oleh para relawan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, untuk umat Islam, teman-teman NU dan Muhammadiyah sudah menyiapkan relawan yang mempunyai kemampuan merawat jenazah. Sedangkan bagi yang non-muslim, sudah kami siapkan peti dan petugas khusus untuk merawat jenazah, dan yang terpenting, tidak harus menunggu berjam-jam proses pemulasaran di rumah sakit,” imbuhnya.

Selanjutnya, sebagai langkah antisipasi, Eri memutuskan untuk menambah lahan pemakaman khusus Covid-19, dan membuka pelayanan pemulasaran selama 24 jam.

“Layanan pemulasaran di TPU Keputih ini nanti melayani 24 jam. Tadi, saya juga putuskan untuk menambah lahan pemakaman khusus Covid-19, meskipun kita sangat-sangat berharap agar tambahan lahan ini tak akan dipakai,” ucapnya.

Tak lupa, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini berpesan agar masyarakat selalu taat menjaga protokol kesehatan.

“Tadi saya dapat titipan pesan dari para petugas pemakaman di TPU Keputih untuk teman-teman semuanya. Pak Eri, tolong sampaikan ke semuanya, ke warga, taati protokol kesehatan. Kami setiap hari memakamkan jenazah pasien yang terus berdatangan. Kami setiap hari menyaksikan keluarganya menyesal, menangis sesenggukan,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.