Mengenal Linguistik dan Peluang Kariernya
Oleh : Adelia Savitri, Dosen UPN Jawa Timur
Linguistik berasal dari bahasa Latin, yaitu lingua. Linguistik merupakan cabang ilmu yang berfokus pada kebahasaan. Linguistik memelajari tentang struktur bahasa, hubungan bahasa dengan masyarakat (sosiolinguistik), hubungan bahasa dengan kondisi psikologis penutur dan lawan tuturnya (psikolinguistik), serta hubungan bahasa dengan ilmu-ilmu lain yang melingkupinya.
Umumnya, anak-anak SMA/SMK masih belum banyak mengetahui prospek karier dari lulusan Program Studi Linguistik Indonesia. Biasanya yang diketahui hanyalah sebatas menjadi guru atau editor bahasa. Padahal, ada banyak peluang karier lainnya.
Lantas, apa peluang karier yang jarang diketahui masyarakat ?
1. Content Writer
Content writer adalah penulis profesional yang tugasnya membuat konten tulisan untuk dimuat dalam website, media sosial, blog, e-book, dan lain-lain. Umumnya, content writer banyak berkaitan dengan digital marketing. Pekerjaan ini berkaitan dengan penulisan kreatif yang menarik pembaca online. Selain itu, content writer juga perlu melakukan riset agar menghasilkan tulisan yang orisinal.
2. Copy Writer
Copy writer adalah penulis kreatif yang spesifik untuk iklan. Apabila kita melihat iklan-iklan menarik, ada peran copy writer yang menyusun skenario iklan dan rancangan alur ceritanya.
3. Saksi Ahli Bahasa
Di era media sosial, semua orang bebas mengakses dan bebas berkomentar semaunya. Hal ini memicu adanya peluang kejahatan berbahasa, misalnya adanya ujaran kebencian, penyebaran informasi palsu, dan kasus hukum lainnya yang berkaitan dengan kebahasaan. Fenomena kejahatan berbahasa ini memungkinkan adanya irisan kajian ilmu linguistik dan hukum. Hal ini membuka peluang bagi lulusan linguistik, khususnya yang ahli di bidang linguistik forensik untuk menjadi saksi ahli bahasa di pengadilan.
4. Linguis Klinis (Terapi Wicara)
Pernah mendengar speech delay (keterlambatan bicara) pada anak? Lulusan linguistik juga mempelajari bagaimana produksi bahasa dihasilkan serta kaitan ilmu bahasa degan bidang kedokteran atau yang disebut linguistik klinis. Keahlian ini berpeluang menjadikan lulusan linguistik menjadi terapi wicara.
5. Pengajar BIPA
Peluang karier dari lulusan Program Studi Linguistik Indonesia tidak hanya dapat bekerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Salah satu peluang karier lulusannya adalah pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Saat ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Bahasa Indonesia ditargetkan menjadi bahasa internasional pada tahun 2045, sesuai dengan rekomendasi KBI XI pada tahun 2018.
Menurut Kemenlu RI, ada 52 negara yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia di universitas mereka, seperti Amerika Serikat, Maroko, Vietnam, Kanada, Jepang, Ukraina, Korea Selatan, Suriname, hingga Australia. Bahkan, di Australia, Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar, selain Bahasa Inggris.
Selain itu, setiap tahunnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuka rekrutmen pengajar BIPA untuk dikirim ke berbagai negara di dunia. Inilah kesempatan menjanjikan untuk lulusan linguistik agar dapat go international dengan mengajarkan Bahasa Indonesia sekaligus juga budaya Indonesia pada orang asing. Selain itu, gaji yang didapatkan juga menjanjikan.
Bagi anda yang memiliki minat bahasa dan ingin berkarier sebagai praktisi bahasa, saat ini sudah dibuka Program Studi S1 Linguistik Indonesia di FISIP UPN Veteran Jawa Timur. Prodi S1 ini merupakan yang pertama di Indonesia karena pada umumnya Linguistik baru ada untuk tingkat S2 dan S3. (*/red)
Tags: Bahasa, Linguistik, UPN
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





