Menaker Tegaskan PMI Harus Punya Kompetensi Sebelum Bekerja ke Luar Negeri

Yovie Wicaksono - 6 November 2021
Menaker Ida Fauziyah. Foto : (detikcom)

SR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah menegaskan, setiap Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus mempunyai kompetensi terlebih dahulu sebelum berangkat untuk bekerja ke luar negeri.

“Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, PMI tidak boleh berangkat bekerja ke luar negeri kalau tidak memiliki kompetensi,” kata Ida, Sabtu (6/11/2021).

Ida menjelaskan, pelindungan pekerja migran adalah aspek utama dalam proses penempatan para PMI, dimana hulu dari pelindungan tersebut merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh pekerja sebelum bekerja ke negeri lain.

Adanya kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, kata dia, dapat menjadi langkah awal dalam membenahi tata kelola penempatan para pekerja imigrasi tersebut.

Aturan itu menyebutkan, pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga, pemerintah daerah hingga tingkat desa termasuk pihak swasta dan masyarakat memiliki peranan masing-masing.

 Oleh sebab itu, Ida meminta semua pihak terus bersinergi dari pusat hingga satuan terkecil untuk mengimplementasikan undang-undang tersebut guna meningkatkan kompetensi masyarakat yang menjadi calon PMI. 

Untuk membantu para calon, dia menegaskan pihaknya akan terus mendorong perluasan akses peningkatan kompetensi bagi calon PMI. Seperti mendorong kuota untuk program Kartu Prakerja bagi calon PMI tersebut.

“Tahun ini memang belum dapat. Namun kami akan terus perjuangkan agar tahun 2022 nanti, ada kuota pelatihan bagi calon PMI melalui Kartu Prakerja,” kata Ida. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.