Hari Bahasa Ibu Internasional, Lestarikan Ragam Bahasa

Yovie Wicaksono - 21 February 2021
Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2021. Foto : (Dok.UNESCO)

SR, Surabaya – Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati setiap tahunnya pada 21 Februari. Presiden Joko Widodo pun turut kali ini turut memperingati, menyapa masyarakat Indonesia dengan bahasa Ibunya melalui akun Instagramnya, Minggu (21/2/2021).

“Saya ingin menyapa Anda semua di seluruh Tanah Air dengan bahasa ibu saya: pripun kabare?” tulis Jokowi.

“Indonesia sungguh kaya akan keragaman, dihuni lebih seribu suku bangsa yang berbicara dalam lebih 700 bahasa daerah. Semuanya dipersatukan oleh bahasa Indonesia yang kita pahami bersama. Masihkah Anda berbahasa ibu sehari-hari?” imbuh Presiden Jokowi.

Bahasa Ibu sendiri adalah bahasa yang pertama kali dipelajari seseorang sejak kecil secara alamiah dan menjadi dasar sarana komunikasi serta pemahaman terhadap lingkungannya.

Melansir laman Kemdikbud, menurut data di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia setelah Papua Nugini.

Sejak 1991, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memetakan bahasa ibu atau bahasa daerah yakni sebanyak 718 bahasa yang teridentifikasi dan sebelas di antaranya telah punah atau tidak ada lagi penuturnya.

Sekedar informasi, sejak tahun 1999, UNESCO menetapkan Hari Bahasa Ibu setiap tanggal 21 Februari. Penetapan ini dianggap penting karena dapat menjadi tonggak kesadaran suatu bangsa untuk menjaga bahasa ibu-nya kepada generasi penerus pada setiap bangsa.

Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2021 bertemakan “Membina multibahasa untuk inklusi dalam pendidikan dan masyarakat”.

Pemilihan tema ini untuk mengakui bahwa bahasa dan multibahasa dapat memajukan inklusi, dan fokus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk tidak meninggalkan siapa pun.

UNESCO percaya bahwa pendidikan, berdasarkan bahasa pertama atau bahasa ibu, harus dimulai dari tahun-tahun awal karena pengasuhan dan pendidikan anak usia dini adalah fondasi pembelajaran. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.