Melukis Monster Imajinasi Bersama di Balai Pemuda Surabaya

Yovie Wicaksono - 14 July 2023

SR, Surabaya – Komunitas Garis Gathuk dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menggelar kegiatan melukis bersama bertajuk “Monstart” atau melukis Monster Suka-Suka di area panggung Artcation Basement Balai Pemuda, Kamis (13/7/2023), saat liburan sekolah anak – anak.

Ketua Komunitas Garis Gathuk, Budi Bi mengatakan, acara ini dibuka untuk umum dari berbagai usia, serta mendatangkan Adrinalina Nila sebagai mentor. Ia mengatakan, melukis bersama ini sekaligus mengajak para pelukis untuk kembali ke masa kanak-kanak yang bebas takut akan kesalahan di dunia alam, sehingga pelukisnya bisa memvisualkan kisah masa kecil menurut gaya masing-masing.

“Mbak Nila (panggilan Adrinalina Nila) dipilih sebagai tema fantasi dan imajinasi karena memang style nya dia sangat cocok,” kata Budi Bi.

Budi mengatakan, Nila ditunjuk sebagai mentor dalam Monstart saat mereka bertemu dan menceritakan kisah imajinasinya dalam melukis, dimana ia memiliki tokoh bernama Monsta Monsta pada alam bebas.

Mentor Monstart, Andrinalia mengatakan tokoh tersebut merupakan penjaga hutan dan memiliki tujuan untuk memilih anak yang bisa meneruskan kelestarian hutan. Tidak hanya melukis di tempat, ia juga menceritakan caranya dalam memberikan motivasi kepada para pelukis yang hadir dalam acara Monstart.

“Saya cuma bilang, kalau nggambar atau melukis tidak usah takut salah, tidak usah takut jelek, menggambar atau melukis itu soal dari hati kita, apa yang kamu rasakan saat ini maka ekspresikannya,” ungkap Nila.

Sementara itu salah satu peserta, Irdina Larasati yang juga seorang pelukis turut memajang 2 karyanya di Pameran Artcation. Pada agenda Monstart, ia melukiskan monster dalam bentuk burung hantu, namun dengan warna yang sangat cantik. Irdina mengimajinasikan bahwa burung hantu merupakan monster bagi anak-anak, karena hidupnya di malam hari, seperti halnya hantu.

“Karena temanya kan monster, makanya ini bagi anak-anak monster. Tapi bagaimana monster itu dilukis menjadi indah. Makanya burungnya dibuat berwarna-warni, supaya terkesan indah, tidak menakutkan,” jelasnya.

Sekadar informasi, selain melukis bersama rangkaian acara lain yang juga diselenggarakan di Basement Balai Pemuda, yaitu batik lukis yang diadakan untuk umum dengan mentor Thoyyib, seniman senior asal Surabaya.

“Jadi kalau mau melukis dengan teknik batik bisa datang kesini,” pungkas Budi Bi. (ag/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.