Megawati Resmikan Monumen Kudatuli: Kebenaran Pasti Menang
SR, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin (27/7/1996).
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Monumen Kudatuli ini atau peristiwa 27 Juli pada 30 tahun yang lalu, saya resmikan,” ucap Megawati saat meresmikan Monumen, Senin.
Dalam pidatonya, Megawati meyakini bahwa suatu saat kebenaran sejarah akan terungkap. Menurutnya ada empat unsur yang ia yakini, yaitu keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner.
“Kesemuannya yang empat itu menyatu dalam sebuah keyakinan yang kental, bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang,” kata Megawati.
Ia juga mengutip ajaran Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Satyam Eva Jayate—kebenaran pada akhirnya akan menang. “Ini saya dapat di dalam perjalanan yang namanya seorang Siddhartha Gautama yang terkenal. Bahwa apa pun juga, biar ditindas, biar mau dihilangkan melalui orang-orang atau melalui juga politik dan lain sebagainya, tetap saya yakin kebenaran pada akhirnya akan menang. Siddhartha Gautama menyebutnya adil adalah Satyam Eva Jayate,” ujar Megawati.
Peresmian monumen Kudatuli menjadi puncak peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli pada tahun 1996.
Sebelum meresmikan Monumen Kudatuli, Megawati menyampaikan pesan khusus kepada seluruh rakyat untuk terus memegang semangat dan api perjuangan.

“Api perjuangan itu saya selalu yakin tidak akan pernah padam selama rasa cinta kepada Tanah Air terus bergema di dalam dada sanubari kita,” ujarnya.
Megawati berpesan kepada generasi muda untuk tidak melupakan para pahlawan yang telah berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. “Namanya Republik Indonesia ini dibangun dengan yang namanya air mata, darah, dan keringat! Camkan!” tegasnya.
Peristiwa Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli merupakan insiden berdarah yang terjadi di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Berdasarkan catatan Komnas HAM, insiden ini mengakibatkan 5 orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang. Peristiwa Kudatuli pun menjadi ujung tombak pergerakan rakyat melawan penindasan oleh rezim Orde Baru.
Dalam peresmian itu, Megawati turut didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M. Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta jajaran DPP PDIP.
Terlihat hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tokoh nasional seperti Meutia Hatta, Halida Hatta, Guruh Soekarnoputra, Mahfud MD, Sidarto Danusubroto, Dolorosa Sinaga, dan Todung Mulya Lubis. Serta tokoh masyarakat sipil, aktivis HAM, penyintas, dan keluarga korban peristiwa Kudatuli. (*/red)
Tags: megawati soekarnoputri, monumen kudatuli, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





