Kekeringan Bojonegoro: Natasha Devianti Kawal Suplai Air 72 Desa
SR, Bojonegoro — Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Natasha Devianti, bergerak tanggap mengawal penyaluran air bersih secara rutin guna menanggulangi krisis air yang melanda berbagai wilayah kecamatan.
Kader muda PDI Perjuangan itu menegaskan, langkah aktif di lapangan dijalankan melalui koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro hingga DPC PDI Perjuangan setempat.
“Kita juga sudah koordinasi dengan BPBD jadi biar ada kiriman air terus bu,” ungkap Natasha saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan, jangkauan bantuan air bersih terus menyasar titik-titik krisis tiap hari, termasuk penyaluran ke daerah Sumberrejo yang dijadwalkan pada hari tersebut.
“Hari ini kita kirim ke daerah Sumberrejo. Jadi setiap hari kita keliling ke kecamatan-kecamatan yang kekeringan,” tegas Natasha.
Aksi tanggap tersebut berpacu dengan kondisi krisis air bersih di Kabupaten Bojonegoro yang tercatat kian meluas. Data BPBD mencatat, Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 72 desa yang tersebar di 18 kecamatan tercatat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Jumlah daerah terdampak ini melonjak lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan pendataan per 31 Agustus 2026, yang mana saat itu BPBD Bojonegoro mencatat kekeringan menimpa 30 desa di 13 kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, memaparkan bahwa jumlah wilayah terdampak masih berpeluang bertambah lantaran musim kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang. “Masih berpotensi meluas. Prediksi kemarau masih berlangsung hingga Desember nanti, atau Januari,” kata Heru.
Untuk meredam dampak krisis warga, BPBD Bojonegoro sejauh ini telah memfasilitasi sedikitnya 418 kali pengiriman (dropping) air bersih ke berbagai daerah terdampak.
Pihak BPBD juga terus memantau desa-desa rawan krisis dan meminta jajaran pemerintah desa aktif melaporkan penurunan kondisi sumber air warga.
“Saya harap masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau untuk menjaga ketersediaan sumber air yang masih tersisa sembari menunggu kondisi kembali normal,” pungkas Heru. (hk/red)
Tags: bojonegoro, kekeringan, komisi C, natasha devianti, pasokan air bersih, pdip, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





