Masih Zona Orange, Bupati Imbau Perantau Tidak Mudik ke Kediri

Yovie Wicaksono - 17 April 2021
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (pojok kiri) dalam kegiatan ngobrol persoalan dan solusi (ngopi) edisi Ngabuburit di Pendopo, Jumat (16/4/2021) petang. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Kebijakan larangan mudik lebaran Idulfitri sempat menuai kontroversi. Silang pendapat pun akhirnya terjadi. Disatu sisi masyarakat sangat mendukung, sementara ada juga yang menolak.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan jika pihaknya sampai sekarang belum mendapatkan salinan surat resmi dari Pemerintah Pusat terkait larang mudik.

“Larangan mudik kita belum dapat surat resminya dari Pemerintah Pusat. Baru imbauan bentuknya, nah kita harus cermati dulu,” ujar Bupati yang akrab disapa Dhito ini saat ditemui usai kegiatan ngobrol persoalan dan solusi (ngopi) edisi Ngabuburit di Pendopo, Jumat (16/4/2021) petang.

Menurutnya, jika nantinya memang betul ada larangan mudik,  maka yang terdampak adalah sektor ekonomi di seluruh daerah di Indonesia. “Kenapa terdampak? begitu dilarang mudik otomatis distribusi atau perputaran uang yang ada di daerah akan sedikit terhambat,” ujar Bupati termuda berusia 28 tahun tersebut.

Jika ditilik dari situasi dan kondisi Kabupaten Kediri sekarang yang masih berstatus zona orange, maka ia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kediri yang bekerja diluar daerah, jika memang ada niatan untuk menunda pulang kampung karena situasi pandemi, hal itu dinilainya lebih baik.

“Maka saya mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Kediri yang ada diluar Kediri, yang memang tidak mudik tidak apa apa. Tetap bertahan di tempat masing-masing, karena hari ini pun Kabupaten Kediri belum masuk ke zona kuning, kita masih di zona orange, kita masih berjuang untuk ke zona kuning,” imbaunya.

Meski demikian, ia hanya  sekedar mengingatkan kepada warga Kabupaten Kediri yang bekerja diluar daerah untuk tidak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang anak terhadap orang tua atau kerabat lainnya yang tinggal di kampung.

“Tapi jangan lupa, meski tidak mudik, ditransfer uang orang tuanya, uangnya tetap harus  terdistribusi,” ujarnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.