Sumur di Masjid Agung Sidoarjo, Bukti Sejarah di Masa Pemerintahan Belanda

Yovie Wicaksono - 19 March 2022
Sumur di Masjid Agung Sidoarjo. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Sidoarjo – Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Sidoarjo yang terletak di Jalan Sultan Agung juga menyimpan banyak sejarah.

Disana, terdapat sebuah sumur yang menjadi saksi perkembangan kawasan Gerbangkertasusila yang kini dikenal dengan julukan Kota Udang.

Sumur tersebut, terletak di area lantai 1 sebelah kanan, tempat sholat jamaah laki-laki. Diameternya tidak terlalu lebar, hanya seukuran dua telapak tangan orang dewasa.

Konon, sumber air tersebut dibangun bebarengan dengan pembangunan Masjid Agung Sidoarjo di masa pemerintahan Belanda tepatnya di tahun 1862 Masehi.

Untuk membangunnya, Bupati saat itu, yakni Cokronegoro I bersama sejumlah sesepuh melakukan tirakat serta puasa selama beberapa waktu. 

“Ada tirakat sebelum membuatnya. Saat itu bentuk masjid masih sangat sederhana sekali, berbentuk limas dan daya tampungnya masih sedikit,” kata Ketua Koordinasi Perlengkapan Takmir Masjid Agung, Mohammad Arifin, Sabtu (19/3/2022).

Meskipun kini bentuknya banyak berubah, namun hal tersebut tidak menghilangkan keaslian airnya.  Sumurnya pun tidak pernah kering meski musim kemarau.

“Sumurnya gak pernah kering karena dalam, kalau musim kemarau paling airnya cuma berkurang tapi tidak sampai kering,” ujarnya.

Masyarakat juga banyak yang datang untuk meminta air tersebut dengan tujuan memperoleh keberkahan dan penyembuhan. Arifin menyebut, air dari sumur tersebut hanyalah perantara dan salah satu ikhtiar saja, karena sesungguhnya segala kesembuhan datang dari Tuhan.

Ia juga senantiasa memberi wawasan pada masyarakat agar menyikapi hal tersebut dengan bijak, agar tidak timbul kemusyrikan.

“Kalau ada masyarakat yang minta air disini juga kita berikan, tapi kita kasih wawasan juga bahwa kesembuhan datangnya bukan dari sumur ini tapi dari Allah,” jelasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.