Mahfud MD: Negara Kaum Muslimin Harus Inklusif dan Kosmopolit

Yovie Wicaksono - 1 September 2021
Mahfud MD pada acara silaturahmi bersama tokoh agama dan Pimpinan Forkopimda se Jawa Timur, Rabu (1/9/2021). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, bagi umat Islam, mempunyai negara adalah sunnatullah karena negara diperlukan untuk menjaga maqashid al syari (tujuan syari’ah). Maqashid al syari itu ada lima, yakni menjaga agama (dien) menjaga jiwa (nafs), menjaga akal (aql) menjaga keturunan (nasab), dan menjaga harta (mal). 

Mahfud melanjutkan bahwa ketika menyampaikan risalah Islam dan memimpin umat Islam Nabi Muhammad juga mendirikan negara Madinah. 

“Negara Madinah yang dibangun oleh Nabi bersifat inklusif dan kosmopolit, yakni mempersatukan warga yang berbeda suku, ras, dan agama secara berkeadaban (madany) dengan toleransi, perlindungan hak manusia sesuai maqashid al syari yakni melindungi HAM dan membangun kesejahteraan umum dengan penegakan hukum dan keadilan,” kata Mahfud pada acara silaturahmi bersama tokoh agama dan Pimpinan Forkopimda se Jawa Timur, Rabu (1/9/2021).

Mahfud menegaskan bahwa prinsip mendirikan negara itu adalah mewujudkan maqashid al syari sedangkan sistem dan bentuk negaranya boleh apa saja seperti demokrasi, monarki, Presidensial, Parlementer, kerajaan, republik, Imarah, Mamlakah, dan sebagainya. Yang penting prinsip maqashid al syari dipelihara. Islam, katanya, tidak mementingkan bentuk atau sistem tertentu tetapi mementingkan substansi (al jawhar) sesuai dengan kaidah, al ibrah fil Islam bi al jawhar la bi al madzhar.

“Negara Indonesia berdasar Pancasila merupakan produk  perjuangan dan ijtihad ulama dan umat Islam yang bersama warga lainnya merebut kemerdekaan dari kolonialisme”, kata Mahfud.

Sekadar informasi, acara silaturahmi yang dihadiri oleh ribuan orang melalui lebih dari 950 saluran virtual itu juga mendialogkan penanganan Covid-19. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan penanganan Covid-19 yang masih memerlukan keseriusan dan dukungan para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ormas-ormas keagamaan. 

Mahfud MD pun mengapresiasi karena penangan Covid-19 di Jatim berjalan cukup baik dan terus melandai. 

“Meski angka absolut positivity rate dan angka mortality rate agak tinggi tapi angka relatifnya masih cukup baik jika diletakkan dalam bingkai national rate karena penduduk Jawa Timur sangat besar, lebih dari 37 juta jiwa,” kata Mahfud. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.