Mahfud MD: Kita Hadir di Perbatasan Agar Para Pengganggu Mundur

Yovie Wicaksono - 25 November 2021

SR, Natuna – Pemerintah memastikan akan terus hadir dan menjaga perbatasan wilayah Indonesia. Pemerintah terus melakukan penguatan dari dalam terkait dengan adanya gangguan di laut Natuna atau laut Cina Selatan. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan, penguatan yang dimaksud, antara lain dengan memperkuat pertahanan di laut, darat dan udara, serta mengatur pemangku kepentingan kelautan dalam menangani gangguan yang muncul dari luar. 

“Awal tahun 2020, ketika kapal-kapal China dengan sangat provokatif, kita datang kesini, Presiden kesini, saya kesini, lalu kita katakan ini wilayah kita.  Jadi mengerikan bagi mereka bahwa kita ada. Maka mereka semua mundur,” ujar Mahfud, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, pemerintah telah mengidentifikasi gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Di belahan barat, yaitu di Natuna, karena masuknya kapal kapal dan perahu asing, baik itu  yang berbendera, maupun yang gelap.  

Selain melakukan penguatan dari dalam, Pemerintah juga melakukan pengaturan kepada pemangku kepentingan di bidang kelautan. 

“Stakeholder kelautan diatur sedemikian rupa, kalau menangani pencuri bagaimana, menangani kapal  mata mata bagaimana, menghadapi penyelundup, perkuatan didalamnya tinggal disinergikan,” ujar Mahfud. 

Selain memperkuat kekuatan pertahanan dan keamanan dari dalam, Mahfud menjelaskan, pemerintah juga akan meningkatkan pembangunan yang bersifat multidimensi, yaitu dengan meningkatkan sosial ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Ini menjadi bukti bahwa negara berkomitmen untuk mengelola kawasan perbatasan, terutama wilayah pulau-pulau kecil luar (PPKT) di Indonesia. 

“Bukan hanya pembangunan kekuatan aparat penegak hukum pertahanan dan keamanan di laut, tapi lebih dari itu. Presiden mengatakan, misalnya, berapapun kita sediakan senjata, tentara, polisi disana, namun kalau dibidang sosial ekonomi tidak dibangun, ya tidak akan efektif menjaga negara,” kata Mahfud. 

Untuk itu, sesuai dengan pesan Presiden, lanjutnya, penjagaan di perbatasan akan terus dilakukan dengan melakukan pengawasan dan juga patrol, selain itu juga akan dilakukan pembangunan dibidang ekonomi. 

“Karena kalau ekonomi di laut Natuna itu hidup, maka keutuhan kita menjadi terjaga,” katanya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.