Sejak 1974, Pusatnya Lontong Surabaya ada Disini

Rudy Hartono - 26 July 2025

SR, Surabaya – Siapa yang tak kenal dengan lontong. Salah satu komponen penting dalam berbagai sajian makanan. Mulai dari lontong balap, kikil, bakso, rujak, gado-gado, hingga sate dan gulai yang digemari masyarakat.

Namun tahukah anda, ternyata sumber pasokan lontong yang kita makan letaknya sangat dekat. Tepatnya di Banyu Urip Lor gang XI Surabaya. Memiliki nama Kampung Lontong dan sudah beroperasi sejak tahun 1974.

Berada di tengah hiruk pikuk kota Pahlawan, Kampung Lontong berhasil bertahan dan menjadi produsen lontong terbesar yang kualitasnya sudah tak diragukan. Bahkan pernah dikunjungi presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Pengawas Koperasi Sentra Lontong Mandiri, Joko Prasetyo mengatakan, hingga kini sekitar 64 KK di RW 2, RW 6, dan RW 7 Jalan Banyu Urip Lor yang aktif memproduksi lontong setiap hari.

Aktivitas disana pun tak pernah sepi. Sejak dini hari para warga telah berangkat memasarkan lontong ke pasar-pasar.

“Ya disini alhamdulillah warganya bisa punya penghasilan dari kampung lontong. Dulu bermula dari lomba yang diadakan pemkot, akhirnya menang dan terus berjalan sampai sekarang,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Salah satu produsen lontong, Ayu turut membagikan rutinitasnya. Aktivitasnya di mulai sejak pagi. Diawali dengan membeli beras dan daun pisang dalam jumlah banyak. Sesampainya di rumah bahan-bahan dimasukan ke tempat yang tersedia. Daun pisang digosok dengan lap kain untuk menghilangkan debu dan dipotong persegi panjang sesuai ukuran lontong.

Selanjutnya daun-daun tersebut digulung memakai cetakan lonjong yang salah satu ujungnya dilipat menggunakan lidi, dimasukan ke dalam keranjang dengan kondisi berdiri. Jika sudah terkumpul, tinggal memasukan beras sesuai takaran dan merebus nya dalam dandang besar selama 7-8 jam.

Ayu menjelaskan, seluruh proses tersebut menghabiskan waktu hampir seharian. Setelah lontong matang, mereka lanjut membawa dagangannya ke pasar pada pukul 03.00 dini hari.

“Tiap hari bisa memproduksi hampir seribu lontong. Dikirimnya per keranjang isi 70 lontong dan pasti habis. Dulu ibu yang jualan sekarang saya teruskan,” tuturnya.

Ia yang meneruskan usaha keluarganya itu mengaku dalam sehari bisa menjual hampir 1000 lontong. Bahkan dari berjualan lontong, ekonomi keluarganya bisa meningkat. Yang awalnya memproduksi lontong di rumah kecil, kini mereka punya tempt tinggal yang lebih luas.

“Paling ramai hari sabtu minggu, hari besar kalau lebaran (Idul Fitri –Red) bisa 200 keranjang. Kalau lebaran China (Imlek –Red) kita bikin 100 keranjang,” pungkasnya. (hk/red)

 

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.