Lonjakan Covid-19, Menkes : Percepat Konversi Tempat Tidur Rumah Sakit

Yovie Wicaksono - 6 July 2021
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Foto : (Biro Pers Presiden)

SR,Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan perlu mempercepat konversi tempat tidur di rumah sakit (RS), terutama di Jawa Timur, Yogyakarta dan Bali sebagai upaya merespons lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Disebutkan, beberapa wilayah yang terjadi outbreak kedua, seperti DKI Jakarta, sudah melakukan konversi yang sangat banyak. Hasilnya, lebih dari 50% persen sudah untuk pasien Covid-19.

“Sehingga kalau kita lihat Bed Occupancy Rate (BOR)nya tinggi itu karena memang tempat tidur yang dialokasikan untuk Covid-19 masih sangat rendah,” kata Budi dalam Rapat Kerja DPR Komisi IX, Selasa (6/7/2021).

Budi menambahkan, pihaknya akan memonitor agar pemerintah provinsi segera meningkatkan konversi tempat tidur di rumah sakit yang masih rendah. Sehingga pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pasien-pasien dengan kondisi gejala sedang, saturasi oksigen dibawah 95 persen ada sesak dan komorbid.

Sedangkan bagi pasien yang tidak harus dirawat di RS adalah pasien dengan kriteria saturasi oksigen di atas 95 persen tidak ada sesak dan tidak ada komorbid.

Khusus di DKI Jakarta, bagi pasien dengan gejala berat dan harus di rawat di RS, pemerintah telah mengkonversi tiga RS khusus penangan pasien Covid-19, antara lain RS Persahabatan, RS Fatmawati, dan RSPI Sulianti Saroso dengan total kamar sekitar 1000 tempat tidur.

Sedangkan, bagi pasien konfirmasi positif C-19 yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah, Kemenkes telah menyediakan 8000 kamar di Wisma Atlet.

“Saat ini juga membuka tempat isolasi di Rusun Nagrak 3000 kamar, dan Rusun Pasar Rumput 4000 kamar. Jadi kita sudah menambah 7000 kamar untuk menampung orang yang memang positif tapi gejalanya ringan dan tidak bisa isolasi mandiri di rumah,” kata Budi. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.