Literasi Keuangan Inklusif: Saat Difabel Juga Punya Hak atas Edukasi Finansial

Rudy Hartono - 6 August 2025
Ilustrasi

SR, Surabaya – Punya pengetahuan soal cara mengelola uang adalah hak semua orang—termasuk penyandang disabilitas.

Sayangnya, literasi keuangan untuk kelompok ini masih sangat terbatas. Padahal, kemampuan mengatur keuangan bisa jadi kunci kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik bagi para penyandang disabilitas.

Menurut data OJK dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022, tingkat literasi keuangan di Indonesia memang terus meningkat. Tapi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, belum menjadi fokus utama dalam program edukasi finansial.

Ini disebabkan oleh berbagai faktor: mulai dari keterbatasan akses informasi, minimnya materi yang ramah difabel, hingga kurangnya pendamping yang memahami kebutuhan mereka.

Dalam laporan World Bank 2024 yang membahas inklusi keuangan global, disebutkan bahwa penting untuk menciptakan sistem yang adaptif—baik dari segi teknologi maupun pendekatan komunikasi—agar difabel tidak tertinggal. Hal sederhana seperti menyediakan layanan perbankan dengan antarmuka visual atau suara, atau edukasi keuangan berbasis bahasa isyarat, dapat membuat perubahan besar.

Mendorong inklusi keuangan bukan soal angka semata, tetapi tentang memperluas kesempatan. Karena setiap orang, apapun kondisinya, punya impian dan rencana yang ingin dicapai. Dan semua itu butuh kemampuan dasar dalam mengelola uang.

Sudah saatnya kita berhenti melihat difabel hanya sebagai penerima bantuan. Mereka juga bisa mandiri—asal diberi akses dan kesempatan yang setara. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.