Lina, Jagoan Silat asal Sine

Yovie Wicaksono - 22 March 2020
Lina saat berlatih pencak silat bersama rekannya. Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Ngawi – Lina (16) dan tujuh rekannya dengan mengenakan baju berwarna hitam, Sabtu (21/3/2020), siang berkumpul di Balai Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, untuk latihan rutin pencak silat. Mereka melahap setiap menu latihan yang diberikan Rohmad Heri Novianto, sang pelatih dengan serius.

Siang itu, latihan harus berpindah dari sekolah karena libur akibat merebaknya virus corona. Biasanya latihan digelar setiap Sabtu pagi di SMKN 1 Sine.

Sejak tahun 2018 Pencak Silat menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang memiliki 6 jurusan ini. Total ada 3 pelatih dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari Ranting Sine yang secara rutin menjadi mentor bagi para siswa.

Pencak silat memang menjadi andalan SMKN 1 Sine untuk berprestasi di tingkat regional hingga nasional. Hal ini terbukti dari 8 atlet dari sekolah ini yang menjadi langganan juara.

“Mereka yang menjadi atlet pencak silat ini, totalnya 8 atlet, komposisinya 3 perempuan dan 5 laki-laki,” ujar Heri.

Lina adalah salah satu atlet pencak silat berprestasi yang menjadi langganan juara dalam berbagai ajang yang digelar baik di tingkat Kabupaten maupun nasional. Perempuan bernama lengkap Nurlina Dita Kusumawati ini adalah siswa kelas 10 jurusan Akutansi dan Keuangan Lembaga.

Beberapa gelar yang berhasil diraih Lina adalah Bupati Cup di Ngawi (juara II), lalu kejuaraan di Banjarnegara (juara III) dan Bantul, Jogjakarta (juara I).

“Belum lagi kejuaraan lainnya, seperti di kota Batu, Semarang dan Jogjakarta,” kata Lina.

Penyandang sabuk putih kecil ini, menyebut, Kejuaraan Bupati Cup di tahun 2018 menjadi kejuaraan yang paling berkesan. “Saya pertama kali tanding di Kejuaraan ini. Saya ndredeg (gemetar), tapi untungnya bisa menjadi juara II,” terangnya.

Anak pertama pasangan Jito dan Rumiyati ini senang bisa memberikan yang terbaik bagi sekolah, orang tua dan daerahnya. Terlebih, dukungan pihak sekolah sangat baik bagi dirinya dan siswa lainnya dalam meraih prestasi.

“Kami bisa menjadi disiplin dan meraih hasil yang bagus,” tandas alumni SMPN 1 Sine ini.

Gadis kelahiran 19 Mei 2004 ini menegaskan, dirinya akan terus berlatih dan menjaga pola makan, agar terus bisa berprestasi dan menjadi atlet profesional. Dengan menjadi atlet profesional, Lina ingin membahagiakan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani.

Lina menekuni pencak silat sejak kelas 8 SMP.  Ia mengaku sudah terlanjur cinta dengan cabang olahraga ini, dan akan terus bekerja keras untuk meraih prestasi.  “Saya juga mengajak teman-teman yang memiliki bakat dan potensi di Pencak Silat, untuk menjadi bagian dari kami,” cetusnya.

Bagi sang pelatih, Lina merupakan salah satu siswa yang menonjol dan mudah menyerap apa yang diajarkan. Bahkan oleh PSHT, Lina mendapat tawaran pengesahan sebagai anggota. “Sebenarnya Lina mendapat fasilitas pengesahan dari ranting sebagai anggota, namun masih belum sreg (nyaman),” kata Heri.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sine, JH. Budi Santosa mengatakan, Pencak Silat memang menjadi salah satu ekstrakurikuler yang mampu meraih prestasi dan diharapkan akan terus meningkat di masa mendatang.

“Meski baru menjadi pilihan ekstrakurikuler sejak dua tahun terakhir, siswa telah banyak meraih prestasi,” ujarnya.

Budi menegaskan dukungannya terhadap segala kegiatan sekolah yang bermanfaat positif bagi siswa maupun sekolah.  “Dengan dukungan ini, saya berharap, semakin banyak prestasi yang diraih oleh siswa kami,” pungkasnya. (ng/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.