Bupati Ony: KMP Jamin Kebutuhan Dasar Petani Tercukupi dan Perkuat Lumbung Pangan di Ngawi
SR, Surabaya – Kabupaten Ngawi terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Untuk tujuan itu Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bertekat mengoptimalisasi peran Koperasi Merah Putih atau Koperasi Dagang Mandiri (KDM) dalam menjamin ketersediaan pupuk dan kebutuhan dasar petani lainnya.
Ony menjelaskan bahwa ruh utama dari kehadiran koperasi ini adalah mewujudkan kemandirian nyata bagi masyarakat di tingkat desa. Dengan adanya wadah ekonomi yang dikelola secara kolektif, ketergantungan terhadap pihak luar dalam penyediaan sarana produksi pertanian dapat diminimalisir. “Salah satu fokus utama koperasi ini adalah memutus rantai monopoli atau praktik kartel yang dilakukan oleh pemilik modal besar terhadap barang-barang bersubsidi,” kata bupati Ngawi dua periode ini di sela acara Nuzulul Quran di DPD PDI Perjuangan Jatim, Kamis (5/3/2026).
Ia pun menyoroti bahwa komoditas dasar seperti LPG, beras, minyak goreng, hingga pupuk sering kali menjadi sasaran penguasaan pasar oleh pihak swasta tertentu. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menjadi penyeimbang agar distribusi barang subsidi tepat sasaran dan tidak dipermainkan oleh spekulan. “Jangan sampai kemudian ini distribusi barang subsidi ini dipegang oleh orang-orang swasta yang notabene bisa memonopoli pasar,” tegas politisi berlatarbelakang pengusaha itu.
Ia menambahkan bahwa melalui Koperasi Merah Putih, seluruh kegiatan distribusi difasilitasi sedemikian rupa sehingga jika terdapat keuntungan, manfaatnya akan kembali langsung kepada anggota atau masyarakat yang terlibat di dalamnya.
Ony juga memberikan peringatan keras terkait tata kelola koperasi agar terhindar dari praktik-praktik yang merugikan rakyat. Ia menekankan bahwa niat baik untuk menyejahterakan petani harus dikawal dengan integritas yang tinggi agar tidak terjadi penyelewengan aturan. Komitmen ini penting agar koperasi tetap menjadi alat perjuangan ekonomi, bukan sekadar entitas bisnis tanpa ruh sosial.
“Niatan baik, visi misi baik itu harus kita kawal bareng-bareng. Jangan sampai niatan yang baik itu kemudian melenceng, bisa menjadi ajang korupsi, bisa menjadi penyelewengan, atau mengabaikan segala aturan,” ujarnya. Baginya, pengawasan yang ketat adalah kunci agar program kemandirian desa ini benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Sebagai kader PDI Perjuangan, Ony menegaskan tanggung jawabnya untuk memastikan bahwa program-program strategis seperti distribusi pupuk bersubsidi melalui koperasi berjalan sesuai koridor hukum. Ia ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat kecil dan mampu menjawab tantangan kelangkaan pupuk yang sering menghantui petani.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Koperasi Merah Putih, Ngawi diharapkan tidak hanya unggul dalam jumlah produksi, tetapi juga kuat dalam kedaulatan ekonomi petani. Dengan tertutupnya celah bagi para spekulan, kesejahteraan masyarakat desa diharapkan meningkat seiring dengan terjaganya status Ngawi sebagai penyokong utama ketahanan pangan di Jawa Timur.(js/red)
Tags: koperasi merah putih, lumbung pangan, ngawi, ony harsono, pupuk, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





