Lewat Kesenian Ludruk, Extinction Rebellion dan The Luntas Ingatkan Bahaya Krisis Iklim

Yovie Wicaksono - 23 October 2022
Lewat Kesenian Ludruk, Extinction Rebellion dan The Luntas Ingatkan Bahaya Krisis Iklim. Foto : (Super Radio/Afriyan)

SR, Surabaya – The Luntas Indonesia menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat Surabaya melalui pementasan Ludruk “Legenda Jaka Jumput” atau populer sebagai “Legenda Babat Alas Suroboyo” di Unicorn Creative Space, Sabtu (22/10/2022) malam.

Pertunjukan tersebut merupakan hasil kerjasama antara aktivis lingkungan hidup Extinction Rebellion (XR) dengan pegiat seni Ludruk Nom-Noman Tjap Arek Suroboyo (The Luntas). 

Koordinator Extinction Rebellion, Rosiy mengatakan, pentas ludruk ini dipilih agar lebih banyak lagi masyarakat yang mengenal tentang krisis iklim. 

Sementara itu, founder The Luntas Indonesia, Robert Bayoned menyampaikan, dipilihnya ludruk “Legenda Jaka Jumput” sendiri lantaran cerita itu menjadi cikal bakal beberapa nama tempat di Surabaya. 

“Dipilihnya judul legenda ini karena berhubungan dengan lingkungan sekaligus mengenalkan legenda Surabaya kepada generasi muda,” ujar pria yang biasa disapa Cak Robert ini.

Cak Robert yang merupakan sutradara pertunjukan Ludruk malam itu mengatakan ada sekira 15 orang yang terlibat melakonkan “Legenda Jaka Jumput.”

Pesan yang disampaikan dalam legenda tersebut ditujukan untuk seluruh pemerintah serta penduduk dunia. Mulai dari mengajak pemerintah untuk menanggulangi krisis iklim dengan membuat kebijakan yang berpihak pada penyelamatan alam dan lingkungan. Serta pesan untuk seluruh penduduk dunia agar menyelamatkan alam dari segala bentuk eksploitasi alam.

Salah satu penonton asal Cimahi bernama Glaniz mengaku baru pertama kali melihat pertunjukan ludruk. Adanya ketertarikan pribadi tentang isu lingkungan, membuatnya ingin menonton pertunjukan ini. Walaupun tidak mengerti bahasa Jawa, dirinya cukup mengerti maksud yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut.

“Menyajikan cerita tradisional dengan aspek modern dengan membawa pesan tentang konservasi lingkungan dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan yang butuh didengarkan semua orang,” kata Glaniz.

Dirinya mengaku sangat senang, terhibur dan takjub dengan pertunjukan ludruk tersebut, serta tak ragu untuk menonton kembali jika ada pertunjukan serupa. (vi/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.