Lakukan Brand Audit, BRUIN Temukan 500 Sampah Plastik Cemari Ekowisata Mangrove

Yovie Wicaksono - 16 October 2023

SR, Surabaya – Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) bersama Komunitas Trash Control Community melakukan Sensus Sampah Plastik di Kawasan Ekowisata Mangrove dan pantai Wonorejo Surabaya, Minggu (15/10/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui jenis hingga karakteristik sampah berdasarkan merek dan asal produsen. Hasil audit, nantinya dilakukan advokasi, meminta pertanggung jawaban EPR (Extended Producer Responbility) kepada produsen yang sampahnya tercecer dan bocor di lingkungan.

“BRUIN berkomitmen akan terus melakukan kegiatan Brand Audit secara konsisten dengan menyasar tempat–tempat atau spot timbulan sampah yang ada di wilayah Indonesia. Total sekira 30 lebih lokasi yang sudah kita lakukan Brand Audit atau sensus sampah plastik,” ujar.

Koordinator Program dan Litigasi BRUIN, Muhammad Kholid Basyaiban mengatakan, pihaknya berhasil menyaring sekira 550 sampah plastik dengan peringkat lima besar polluter terbanyak, yakni plastik unbrand, produsen wings food, Unilever, PT Santos Jaya Abadi, dan Indofood.

Melihat banyaknya sampah plastik tersebut, pihaknya meminta produsen untuk bertanggung jawab dan mengurangi atau redesign kemasan produk agar tak mencemari lingkungan.

“Ke depan, BRUIN akan melakukan olah data dan kompilasi data Brand Audit atau sensus sampah plastik seluruhnya pada akhir desember 2023. Nanti kita akan sampaikan data keseluruhan dari kegiatan Brand Audit untuk mengetahui sampah dari produsen mana yang paling banyak mencemari lingkungan di Indonesia termasuk lingkungan perairan,” jelasnya.

Sementara itu, Duta Lingkungan Provinsi Jawa Timur Ziadatur Risqiyah turut menyampaikan kekhawatirannya. Menurutnya, permasalahan sampah plastik di Indonesia sudah di taraf mengkhawatirkan, sehingga perlu komitmen dari semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, dan produsen.

“Pemerintah harus segera menetapkan peraturan atau langkah yang tegas bagi pelaku pembuang sampah sembarangan di sungai, dan memberikan solusi yang tepat terhadap masalah sampah yang terjerat di muara/estuary,” ucap Founder Trash Control Community Uinsa Surabaya itu.

“Perusahaan juga perlu bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang telah di produksi dan membuat kemasan yang lebih rama lingkungan dengan memanfaatkan metode atau inovasi bioteknologi industri, karena kemajuan keilmuan bioteknologi semakin pesat dalam era industry,” imbuhnya. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.