Kusnadi : Novi Tidak Pernah Jadi Pengurus PDI Perjuangan

Yovie Wicaksono - 10 May 2021
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi meluruskan pernyataan yang menyebut Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai kader PDI Perjuangan. 

Kusnadi mengatakan, selama ini Novi tidak pernah tercatat sebagai pengurus partai baik mulai tingkat anak ranting hingga DPD. 

“Kami pastikan Mas Novi tidak pernah menjadi pengurus partai di level apapun,” ujarnya, Senin (10/5/2021).

Kusnadi menjelaskan, dalam Pilkada Nganjuk 2018, Novi yang berpasangan dengan Marhaen Jumadi diusung oleh dua partai, yakni PKB dan PDI Perjuangan dan didukung oleh Partai Hanura. 

Dari dua nama tersebut, hanya Marhaen Jumadi yang merupakan kader PDI Perjuangan dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD. 

Terkait dengan kasus korupsi yang dialami Novi, Kusnadi menegaskan, PDI Perjuangan selalu membekali calon kepala daerah dan wakilnya dengan sekolah partai yang salah satu materinya pendidikan anti korupsi, fit and proper test dan test psikologi yang bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

“Bu Mega selalu tegas dalam hal korupsi. Kader yang terbukti, bisa dipastikan akan dipecat,” tandas Kusnadi. 

Sekadar informasi, Novi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengisian jabatan pada perangkat desa dan camat di lingkungan Pemkab Nganjuk. Selain Novi, ada 6 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun enam orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka adalah:

  1. DUP, Camat Pace
  2. ES, Camat Tanjunganom sekaligus Plt Camat Sukomoro
  3. HAL, Camat Berbek
  4. BS, Camat Loceret
  5. TBW, Mantan Camat Sukomoro
  6. MIM, Ajudan Bupati Nganjuk

Mereka disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, Pasal 11 dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tipikor dengan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman penjara dari 1 tahun hingga seumur hidup.

Barang bukti uang yang diamankan dari brankas pribadi Bupati Nganjuk sejumlah Rp 647.900.000.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK bersama Bareskrim Polri, Minggu (9/5/2021). (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.